Universitas Anak Yatim ASEAN Pertama di Asia Tenggara akan Dibangun di Riau Indonesia

Universitas Anak Yatim ASEAN Pertama di Asia Tenggara akan Dibangun di Riau Indonesia
Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dipeluk oleh masyarakat usai salat Idul Adha di Masjid Raya An Nur Pekanbaru.
Minggu, 11 Agustus 2019 11:35 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Alhamdulillah, Univeristas Anak Yatim ASEAN pertama di Asia Tenggara, akan dibangun di Indonesia, tepatnya di Provinsi. Adapun universitas tersebut akan dibangun di lahan seluas 100 hektar dengan anggaran sekitar Rp13 miliar. Lahan dan anggaran pembangunan universitas tersebut dari beberapa wakif yang mewakafkan tanah dan uangnya untuk Universitas Yatim ASEAN.

Hal itu dikatakan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi usai melaksanakan salat Idul Adha 1440 H di Masjid Raya An Nur Pekanbaru. Universitas gratis bagi anak yatim dan dhuafa terletak di Jalan Garuda Sakti kilomeer 12, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Universitas ini akan dibangun oleh Yayasan Wakaf Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Provinsi Riau.

"InsyaAllah, peletakan batu dan pancangnya pertama kali, tanggal 24 Agustus 2019. InsyaAllah juga Menteri Agama Arab Saudi (Abdul Latif bin Abdul Aziz Al Ash-Shaikh)," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Minggu (11/8/2019).

Syamsuar berharap, mudah-mudahan beberapa wakif yang sudah mewakafkan uang dan tanahnya mendapatkan keridhoan dari Allaw SWT. Semoga seluruh anak yatim piatu dan dhuafa yang ada di Asia Tenggara dan Indonesia dapat mengenyam pendidikan di sini.

"Semoga kita bisa membangun ekonomi syariah yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat Riau dan Indonesia," ungkap Syamsuar.

Syamsuar menegaskan, pendidikan adalah hal terbaik yang harus didapatkan untuk meningkatkan harkat, martabat dan derajat anak yatim, serta anak dhuafa. Melalui pendidikan, mereka bisa mendapatkan bekal untuk menyongsong masa depan.

"Lulusan dari universitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusinya sebagai pegawai pemerintah, pegawai swasta, maupun berwirausaha," jelas Syamsuar.

Presiden Yawatim ASEAN Dato Prof Dr Tengku Mahmud Bin Mansor mengutarakan, kampus ini memang disiapkan bagi anak-anak yatim dan anak miskin dari seluruh wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Universitas ini memiliki konsep pendidikan terintegrasi (integrated campus) yang memiliki banyak keunggulan.

"Universitas ini rencananya akan memiliki ruang kuliah yang representatif, kurikulum yang modern hingga laboratorium tempat anak-anak magang kerja. Juga dosen pengajar yang berkualitas termasuk asrama bagi mahasiswa/i," ujar Tengku Mahmud.

Tengku Mahmud mengingatkan, bahwa menjadi yatim adalah suatu ketentuan dari Allah. Tidak perlu ada yang disalahkan ketika orangtua (ayah atau ibu atau keduanya) meninggal dunia saat anak-anak masih berusia belia. Yang perlu dilakukan masyarakat adalah bersama-sama membantu anak yatim. Tidak hanya soal makan, tempat tinggal dan kebutuhan primer lainnya, tetapi juga soal pendidikan.

"Universitas Yatim ASEAN adalah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di Indonesia," jelas Tengku Mahmud. ***


wwwwww