Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
Peristiwa
22 jam yang lalu
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
2
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
3
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
4
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
Politik
10 jam yang lalu
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
5
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
Ekonomi
21 jam yang lalu
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
6
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Peristiwa
10 jam yang lalu
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Refly Harun: Nasdem Incar Jaksa Agung untuk Alat Politik Semata

Refly Harun: Nasdem Incar Jaksa Agung untuk Alat Politik Semata
Minggu, 04 Agustus 2019 02:49 WIB
JAKARTA - Pengamat politik dan ahli tata hukum negara, Refly Harun, mengomentari Sikap Nasdem yang nampak ngotot mempertahankan kursi Jaksa Agung sampai tahun 2024.

Bahkan, Anggota Dewan Pakar Nasdem, Teuku Taufiqulhadi, terang-terangan menolak Jaksa Agung diisi profesional, karena dalam konteks Indonesia itu adalah jabatan politik.

Refly mengaku tak setuju jika Jaksa Agung diberikan kepada partai politik. Dia mengatakan, posisi tersebut harus independen, tidak boleh terikat pada partai tertentu.

"Harusnya menteri-menteri di bidang penegakan hukum, Jaksa Agung, termasuk Kapolri harus diberikan kepada independen," kata dia di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu, (3/8) lalu.

Dia mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan penegak hukum yang netral. Dia khawatir, jika jabatan itu dipegang partai maka bisa jadi alat politik.

"Kalau diberikan kepada partai politik maka dia bisa menjadi alat bagi partai politiknya. Sudah jadi rahasia umum itu. Seolah-olah di pubik ada kepercayaan bahwa jabatan Jaksa Agung digunakan untuk kepentingan politik," ujarnya.

Dia menuturkan, meskipun secara formal Jaksa Agung mundur jadi kader partai, namun dia memastikan ada pengaruh tertentu untuk kepentingan partai. Jika tidak ada, Refly menilai NasDem tidak mungkin ngotot mempertahankan jabatan tersebut.

"Begini deh, kalau pengaruh itu tidak ada, kan enggak mungkin Nasdem itu ngotot. Nasdem pasti akan sangat keberatan bila itu tidak diberikan kepada partainya, coba deh tes,” ucap Refly.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : indonesiainside.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www