Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ini Kronologi Listrik Mati Massal di Jabodetabek dan Jateng Menurut PLN

Ini Kronologi Listrik Mati Massal di Jabodetabek dan Jateng Menurut PLN
Minggu, 04 Agustus 2019 19:55 WIB
JAKARTA - PT PLN meminta maaf atas padamnya aliran listrik di wilayah Jabodetabek dan wilayah lainnya di Jawa selama berjam-jam, hari ini. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero), Sripeni Intan Cahyani, pun menjelaskan kronologi kejadian langka tersebut.

Menurut dia, terputusnya pasokan listrik di Jabodetabek hari ini disebabkan oleh gangguan pada sirkuit pertama di saluran udara Ungaran (Jawa Tengah) pada pukul 11.45 WIB. Gangguan itu kemudian merembet ke sirkuit kedua. Akibatnya, pada pukul 11.48 WIB, jaringan SUTP Depok-Tasik juga terimbas dan mengalami gangguan.

“Inilah merupakan awal dari terjadinya pemadaman di sistem Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta,” ungkap Sripeni dalam konferensi pers di Kantor Pusat PT PLN, Jakarta, Minggu (4/8/2019).

Pada pukul 11.45 WIB, pasokan listrik di Jawa Tengah masih normal, kecuali di wilayah Brebes. Akan tetapi, wilayah Brebes pun sebenarnya masuk dalam area sistem Jawa Barat dalam manajemen listrik PT PLN, area sistem Jawa Tengah.

Ads

Pada 11.48 WIB, pasokan listrik di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten akhirnya terputus. “Kami dari manajemen PLN, memimpin dan mengawal langsung proses recovery (pemulihan). Dari sini kami bisa memantau bagaimana pasokan listrik dari timur ke barat untuk mendukung pasokan,” ucapnya.

Pukul 16.27 WIB, bantuan pasokan listrik dari Jawa Timur masuk ke PLTA Saguling dan PLTA Cireta di Jawa Barat. Kedua pembangkit itu, menurut Sripeni, berfungsi menstabilkan aliran listrik ke sistem Jawa Barat. “Kita tunggu masuk ke Cibinong dan Depok, alhamdulillah, pukul 16.27 WIB pasokan masuk ke Gardu Gandul (Depok). Mudah mudahan berjalan lancar proses recovery yang dilakukan rekan rekan ini,” ujar Sripeni.

Setelah dari Gardu Gandul, PLN selanjutnya berencananya memasok listrik ke PLTU Suralaya (Banten) dan PLTU Muara Karang (Jakarta). “Kalau ke Suralaya nanti akan melewati Legok, Balaraja, baru ke Suralaya. Ini akan memulihkan secara total (pasokan listrik untuk DKI Jakarta dan Banten). Tetapi di Muara Karang ini kami prioritaskan karena untuk DKI Jakarta,” tuturnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:iNEWS.COM
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww