Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
14 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Politik
15 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
3 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Menko Darmin Mengaku Bingung: Mestinya Rupiah Tak Selemah Ini

Menko Darmin Mengaku Bingung: Mestinya Rupiah Tak Selemah Ini
Jum'at, 02 Agustus 2019 15:00 WIB
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS sudah menembus level Rp 14.200.

Pada Jumat (2/8/2019) pukul 13:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.225. Rupiah melemah 0,82% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku cukup terkejut dengan kondisi nilai tukar rupiah yang terdepresiasi cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Itu pintar-pintarnya Jerome Powell saja ngomong. Sehingga dia udah menurunkan tingkat bunga, kemudian dia bilang ini untuk membantu ekonomi AS," kata Darmin, Jumat (2/8/2019).

"Dalam konstelasi internasional, kalau dia [The Fed] turunkan [bunga] mestinya respons-nya nggak begini. Kalau dia naikkan, baru response begini," jelasnya.

Darmin tak memungkiri, pelemahan rupiah dipengaruhi dari pernyataan The Fed yang kemungkinan tak lagi akan menurunkan tingkat bunga.

Belum lagi, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, ditambah dengan rencana Amerika Serikat (AS) yang akan kembali mengenakan tarif baru bagi China.

"Saya lebih cenderung menganggap itu karena kalau semuanya bilang itu adalah pengaruhnya The Fed, tapi juga adalah pengaruhnya Amerika," katanya.

Darmin masih melihat pelemahan rupiah hanya bersifat sementara. Setelah situasi global mereda, maka mata uang Garuda akan kembali ke level sebagaimana mestinya.

"Ini karena orang terpengaruh aja dengan orasi. Nanti juga dia balik lagi," tegas Darmin.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : CNBCIndonesia.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Ekonomi, Pemerintahan

Loading...
www www