Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
Peristiwa
19 jam yang lalu
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
2
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
3
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
4
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
Politik
7 jam yang lalu
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
5
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
Ekonomi
18 jam yang lalu
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
6
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
16 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Gempa Banten, Ketua DPR Imbau Warga Tidak Panik dan Terus Berdoa

Gempa Banten, Ketua DPR Imbau Warga Tidak Panik dan Terus Berdoa
Jum'at, 02 Agustus 2019 21:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pascagempa magnitudo 7,4 yang berpusat di barat daya Sumur, Banten, Ketua DPR RI, Bambang Soestayo, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

"Kita Sama Sama berdoa semoga kondisi segera membaik pasca gempa di Banten malam ini," ujar Bamsoet saat dimintai tanggapan, Jumat (2/7/2019) malam di Jakarta.

Intinya kata Bamsoet, masyarakat harus tetap waspada. "Jangan panik, ikuti arahan pihak berwenang untuk mengutamakan keselamatan," imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai ketinggian tsunami yang diperkirakan 0,5 meter hingga 3 meter pascagempa magnitudo 7,4 yang berpusat di barat daya Sumur, Banten.

BMKG memberikan potensi tsunami ketinggian 0,5 meter sebagai peringatan dini dan berstatus siaga. "Ketinggian 0,5 meter tetap diberikan peringatan dini karena beragam, pada pantai tertentu bisa melompat menjadi beberapa meter. Kalau di wilayah teluk bisa menguap lebih dari 1 m itu yang perlu diwaspadai," terang Dwikorita disela konferensi media di kantor BMKG, Jakarta, Jumat (2/8) malam.

Lebih lanjut, Dwikorita juga mengatakan beberapa daerah berpotensi tsunmai mulai dari Pandeglang Selatan dengan status siaga ketinggian tsunami maksimal 3 meter.

Daerah Lampung barat pesisir selatan berstatus siaga. Sementara daerah Lebah berstatus ancaman waspada gelombang tinggi 0,5 meter.

Dwikorita menerangkan ketinggian gelombang tsunami beragam karena ada beberapa fenomena alam yang tidak pasti dan kompleks. Ia juga mengatakan pihak BMKG memperkirakan kedatangan tsunami sekitar pukul 19.35 WIB karena sesuai standar operating procedur (SOP) yang menunggu status tsunami hingga dua jam mendatang.

"Karena fenomena alam banyak hal tidak pasti kompleks, SOP yang ada akan kita tunggu 2 jam dari kedatangan terakhir. Masih mungkin terjadi tsunami karena peringatan sampai dua jam," imbuhnya.

Pada pukul 19.03 WIB dilaporkan terjadi gempa bumi magnitudo 7,4 yang berpusat di wilayah barat daya Sumur, Banten. Gempa turut dirasakan di Depok, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta.

Masyarakat diimbau tidak panik dan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan informasi resmi dari pemerintah.***


Loading...
www www