Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
18 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
Pesisir Selatan
6 jam yang lalu
Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
3
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
14 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Toyota Astra Recall 36.000 Alphard, Innova, Fortuner, Corolla, Cruiser dan Hilux, Ini Masalahnya
GoNews Group
7 jam yang lalu
Toyota Astra Recall 36.000 Alphard, Innova, Fortuner, Corolla, Cruiser dan Hilux, Ini Masalahnya
6
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
17 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Viral... Warga Sodong, Batang Ciptakan Bantal Anti Bau Apek yang Bertahan Hingga Tahunan

Viral... Warga Sodong, Batang Ciptakan Bantal Anti Bau Apek yang Bertahan Hingga Tahunan
Kamis, 01 Agustus 2019 15:15 WIB
BATANG - Manfaatkan limbah penyulingan sereh wangi, suami istri asal Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal Kabupten Batang, ciptakan bantal anti bau apek.

Bahkan harumnya bah sereh wangi dari bantal yang dibuat oleh Yumrotun (47) dan sang suami Slamet Riyadi (48) itu, diklaim bisa bertahan hampir satu tahun.

Ide membuat bantal anti bau apek tersebut bermula saat Yumrotun melihat begitu banyak limbah penyulingan minyak sereh wangi. "Karena saya dan suami menyuling minyak sereh wangi, dan banyak limbah sisa. Awalnya limbah hanya untuk pupuk, namun saya berpikir untuk mengolah limbah tersebut menjadi barang yang lebih berguna,” paparnya, Rabu (31/7/2019).

Dilanjutkannya, limbah sereh wangi ia coba benamkan untuk isian bantal karena limbah tersebut berbau harum.

“Bulan lalu saya hanya membuat dua untuk saya sendiri, namun banyak yang bertanya dan mencoba bantal buatan kami. Hingga kini ratusan pesanan sedang kami kerjakan,” terangnya.

Ia menjelaskan, pelanggannya puas dengan bantal yang ia buat karena harumnya bau dari sereh. "Pelanggan saya katanya bisa lebih nyenyak tidur karena bau sereh. Dan mereka juga tak perlu khawatir ada bau apek pada bantal,” ujarnya.

Harga yang dipatok oleh Yumrotun hanya Rp 20 ribu untuk satu bantal anti apek yang ia buat. "Tidak perlu mahal, yang penting masyarakat bisa menggunakan bantal buatan kami,” kata Yumrotun.

Sementara itu Slamet, menjelaskan, limbah sereh wangi harus diserut menggunakan mesin sebelum dimasukkan ke dalam bantal.

“Setelah diserut limbah sereh wangi kami jemur hingga kering, selanjutnya kami masukan ke bantal dalam bentuk bulatan kecil dengan penambahan bahan dacron agar lebih empuk,” imbuhnya.

Ditambahkannya, sebelum membuat bantal, ia dan istrinya juga melakukan eksperimen tentang keempukan serutan sereh serta ketahanan bau.

“Kalau empuk pasti empuk tidak kalah dengan bantal biasa, kelebihannya adalah wanginya yang membuat tidur lebih nyenyak,” tambahnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : TribunJateng
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi

Loading...
www www