Loading...    
           
Seminar Woman in Sport

Puan: Atlet Perempuan Jangan Mau Kalah Soal Prestasi Olahraga Dengan Lelaki

Puan: Atlet Perempuan Jangan Mau Kalah Soal Prestasi Olahraga Dengan Lelaki
Rabu, 31 Juli 2019 15:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dunia olahraga masih identik dengan Lelaki, namun seiring perkembangan zaman keterlibatan perempuan dalam dunia olahraga semakin meningkat. Untuk Olahraga Nasional kontribusi atlet perempuan sudah cukup baik.

Asian Games Jakarta - Palembang 2018 adalah contoh. Sebanyak 31 medali yang diraih Kontingen Indonesia 11 medali atau 40 persen disumbangkan atlet perempuan.

"Saya bangga melihat keberhasilan perempuan dalam dunia olahraga Indonesia. Tetapi, keberhasilan itu perlu lebih ditingkatkan lagi. Makanya, atlet perempuan jangan mau kalah dalam masalah prestasi olahraga dengan atlet lelaki," kata Menteri Pembedaryaan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani di hadapan 250 peserta Seminar Women ini Sport di Hotel Ritz Charlton Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019.

"Di pemerintahan saja sudah ada perempuan yang pernah menjabat Wakil Presiden dan Presiden. Dan, saat ini tercatat ada 8 perempuan yang menjabat menteri. Ini kan sebagai bukti bahwa perempuan bukan hanya bisa mengerjakan urusan rumah tangga tetapi bisa berperan dalam membawa kemajuan bangsa dan negara," tambah Puan yang juga putri mantan wakil Presden dan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri.

Melihat begitu cukup besar peran perempuan dalam menopang kesuksesan Kontingen Indonesia menempati posisi peringkat lima pada Asian Games 2018, Puan mendukung penuh keinginan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendirikan Women in Sport Foundation Indonesia. Hanya saja dia berharap Women in Sport Foundation Indonesia bukan hanya sekadar seremonial saja tetapi bisa lebih berperan dalam meningkatkan prestasi atlet perempuan Indonesia ke depan dan menyambut keingina Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Perlu diketahui bahawa dukungan pemetintah di bawah kepemimpinan pak Joko Widodo terhadap dunia olahraga cukup besar. Bahkan, saya bersama pak Jusuf Kalla dan Erick Thohir sudah bertemu dengan Presiden International Olympic Committe (IOC), Thomas Baach. Dalam pembicaraan itu, Thomas Baach bilang Indonesia sangat berpeluang besar menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Ini semua tidak terlepas dari kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018," jelasnya.

"Ya, Women in Sport Foundation Indonesia jangan hanya sekadar selebrasi saja. Ini sebuah gerakan untuk pengembangan kesetaraan gender dalam bidang olahraga," kata Ketua Umum KOI, Eric Thohir yang meresmikan pendirian Women in Sport Foundation Indonesia.

Sama halnya dengan Puan Maharani, Erick juga berharap Women in Sport Foundation Indonesia bisa lebih berperan dalam meningkatkan prestasi olahraga atlet perempuan.
"Saat ini Women in Sport Foundation Indonesia bisa melakukan edukasi-edukasi dalam menyambut Olimpiade Tokyo 2020. Ke depan, mereka bisa lebih banyak lagi berperan dalam mendorong atlet perempuan Indonesia untuk meraih prestasi di Olimpiade berikutnya," tandasnya.

Keberadaan Women in Sport Foundation Indonesia ini didukung penuh atlet dan mantan atlet maupun pengurus induk-induk organisasi (PB/PP). "Sangat bagus. Jadi, atlet perempuan punya wadah untuk sharing bareng, saling komunikasi dan lain-lain," kata Maria Londa, peraih medali emas lompat jauh putri Asian Games Incheon, Korea Selatan 2014.

Seminar yang diikuti mantan atlet, atlet, atlet disabilitas, pelatih, aktivis, wartawan olahraga dan pengurus induk-induk organisasi (PB/PP) ini menampilkan pembicara Prof Dr Tandiyo Rahayu, M.Pd, dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES yang makalah "Tantangan Perempuan di Olahraga Dalam Persfektif Hukum".

Selain itu, empat mantan atlet berprestasi memaparkan kisah suksesmnya. Pertama, Dede Herawati, peraih lima emas SEA Games. Kedua, atlet disabilitas renang dan bowling, peraih medali emas cabang renang pada World Special Olympic World Summer, Athena Yunani 2012, Stephanie Handoyo. Ketiga, Maria Londa, peraih medali emas Asian Games Incheon, Korea Selatan 2014. Dan, keempat, Ratu Bulutangkis Dunia, Susi Susanti yang tercatat sebagai peraih emas pertama Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992. ***


Loading...
wwwwww