Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bagaimana Pesona Gunung Bromo hingga Erupsinya jadi Perhatian Luas

Bagaimana Pesona Gunung Bromo hingga Erupsinya jadi Perhatian Luas
Gambar: wisata-bromo
Sabtu, 20 Juli 2019 19:26 WIB
JAKARTA - Gunung Bromo erupsi pada Jumat (19/7/2019) pukul 16.37 WIB lalu. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi sekitar 7 menit 14 detik.

Tinggi kolom abu bahkan tidak teramati saat erupsi. Pada Jumat malam, erupsi yang terjadi juha disertai banjir.

Hal ini terjadi karena saat erupsi, hujan mengguyur sisi sebelah gunung. Akibatnya, lahar dingin yang keluar merupakan imbas dari adanya luncuran air yang mengenai lautan pasir.

Pasca erupsi tersebut, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, Gunung Bromo masih aman dikunjungi.

"Gunung ini untuk wisatawan masih aman, yang penting tidak masuk di dalam radius, dan kami masih memantau perkembangan gunung itu,” ujar Kasbani dikutip dari kompas, Sabtu (30/7/2019)

Kasbani juga mengimbau wisatawan yang hendak ke Bromo untuk mempersiapkan masker saat berkunjung.

“Disiapkan saja masker untuk antisipasi kalau kebetulan ada erupsi-erupasi kecil seperti itu kalau kebetulan ada abu yang lewat” kata dia.

Erupsinya Gunung Bromo menjadi perhatian pembaca daring nasional. Nah karena pengunjung tetap aman menikmati pesona Bromo pasca erupsi. Yuk baca lagi pesona Bromo yang kabar tentangnya selalu jadi perhatian!

Berikut ini, lansiran wisata-bromo untuk para nature entusiast.

Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terkenal dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang eksotis, serta pemandangan matahari terbit (Bromo Sunrise Tour) yang sangat indah.

Kawasan Wisata Bromo terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di apit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang.

Ada empat pintu masuk untuk mencapai kawasan Wisata Bromo yaitu Desa Cemorolawang (Probolinggo), Desa Wonokitri (Pasuruan), Desa Ngadas Tumpang ( Malang) dan Desa Burno (Lumajang).

Kawasan Wisata Gunung Bromo sudah di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, misal penginapan, hotel, homestay serta transportasi yang mudah di temukan untuk mengunjungi Gunung Bromo

Bagi wisatawan, liburan ke gunung Bromo sangatlah istimewa karena lautan pasirnya yang luas sekitar10 kilometer persegi mengelilingi kawah Bromo yang mengepulkan asap putih.

Pesona dan Keindahan Gunung Bromo Malang

Dari puncak gunung Penanjakan wisatawan bisa menikmati matahari terbit (sunrise) dan hamparan lautan pasir luas dan pemandangan latar belakang yang indah yaitu gunung Semeru, gunung Bromo dan Gunung Batok.

Untuk mencapai puncak Penanjakan para pengunjung biasanya memakai kendaraan mobil Jeep, namun adapula yang nekat mendaki dengan berjalan kaki, dan tentu saja medannya pun tidak mudah.

Ketika sampai di puncak penanjakan rasa lelah dan mengantuk pun jadi hilang (untuk ke penanjakan biasanya start jam 4 pagi dari Hotel sekitar Cemoro Lawang), terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Ditemani minuman hangat (kopi dan teh), serta jajanan ringan yang di jual di sekitar puncak penanjakan, menikmati indahnya pemandangan di puncak penanjakan terasa sangat lengkap dan tak terlupakan.

Pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke kaki gunung bromo. Perjalanan sekitar 1 jam dari Puncak penanjakan dengan mengendarai Jeep yang biasanya di sewakan satu paket antara Puncak penanjakan dan kawah Bromo.

Dengan melewati lautan pasir yang membentang sangat luas tentu saja perjalan ke kaki Gunung bromo sangat menyenangkan. Tiba di kaki gunung bromo (parkiran jeep), pengunjung masih melanjutkan perjalanan sekitar 2 km, bisa sewa jeep di bromo maupun dengan berjalan kaki dan dilanjutkan menapaki anak tangga yangberjumlah sekitar 250 an.

Sesampainya di puncak Bromo, pengunjung dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih yang tebal dan tentu saja fenomenal karena jarang ada di Indonesia bahkan di dunia.

Selain menyaksikan keindahan panorama di kawasan Wisata Gunung Bromo – Semeru, pada hari tertentu masyarakat suku tengger mengadakan upacara adat yang terkenal dengan Upacara Kasodo.

Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan di lemparkan ke kawah Gunung Bromo.

Waktu yang terbaik mengunjungi kawasan Wisata Bromo adalah pada saat musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober karena pengunjung bisa menikmati keindahan panorama gunung bromo dengan sempurna.

Selamat menikmati pesona “surga” yang diletakkan Tuhan di tanah Gunung Bromo!***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Berbagai sumber
Kategori:GoNews Group, Umum, Lingkungan
wwwwww