Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
12 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
2
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
15 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
17 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
5
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
Pemerintahan
13 jam yang lalu
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
6
Jadi PRT di Dubai, Wanita Asal Gununghalu Melahirkan di Penjara dan Pulang Kampung Bawa Bayi
Umum
21 jam yang lalu
Jadi PRT di Dubai, Wanita Asal Gununghalu Melahirkan di Penjara dan Pulang Kampung Bawa Bayi
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Merapat Ke Jokowi, Pengamat: Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024

Merapat Ke Jokowi, Pengamat: Pemilih Prabowo Akan Tinggalkan Gerindra Pada Pemilu 2024
Ilustrasi. (net)
Rabu, 17 Juli 2019 16:11 WIB
JAKARTA - Pernyataaan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto "kami siap membantu jika diperlukan" saat bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo di Jakarta pada 13 Juli 2019, adalah isyarat bahwa Gerindra siap bergabung di pemerintahan baru Jokowi.

Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, kalau benar Gerindra bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf, maka siap-siap partai pimpinan Prabowo itu akan ditinggal pemilih setianya pada Pemilu 2024.

"Hati-hati, hati pemilih itu cepat berubah. Apa yang dilakukan sekarang akan berdampak pada Pemilu 2024 nanti," ujar Iwel Sastra seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita RMOL, Rabu (17/7).

Dia menjelaskan, bila Gerindra benar-benar merapat ke Kabinet Kerja jilid II, maka yang paling kecewa adalah para ulama, emak-emak dan pendukung militan Prabowo-Sandi di pilpres lalu.

"Kenapa, karena Gerendra ini diharapkan menjadi partai oposisi utama di periode kedua Jokowi," sebut Iwel Sastra.

Gerindra diharapkan bisa mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi, karena pada periode pertama saja sudah sangat mengecewakan terutama pada bidang perekonomian.

"Oposisi ini penting sekali, sebagai penyeimbang pemerintah. Apalagi di awal semangatnya adalah 'ganti presiden', masak sekarang bergabung?" demikian Iwel Sastra.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : RMOL.ID
Kategori : Politik, Pemerintahan, Peristiwa, Umum, GoNews Group

Loading...
www www