Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
19 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
Pesisir Selatan
7 jam yang lalu
Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
3
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
4
Toyota Astra Recall 36.000 Alphard, Innova, Fortuner, Corolla, Cruiser dan Hilux, Ini Masalahnya
GoNews Group
8 jam yang lalu
Toyota Astra Recall 36.000 Alphard, Innova, Fortuner, Corolla, Cruiser dan Hilux, Ini Masalahnya
5
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
15 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
6
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
18 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Mengaku Sopir Taksi Daring, Dapat Order Antar Jenazah, Yang Mana Jenazahnya?

Mengaku Sopir Taksi Daring, Dapat Order Antar Jenazah, Yang Mana Jenazahnya?
Unggahan akun Facebook Paichan mengenai orderan mayat di Bogor (Gambar: Facebook)
Senin, 15 Juli 2019 06:12 WIB
JAKARTA - Paichan, sebuah akun media sosial Facebook, mengunggah kisahnya tentang 'order' yang ternyata membawa jenazah dari pabrik, PT Prista Sentul ke RS. Sentra Cibinong.

"Selama di online 2 kali saya bawa org yang beginian 1. 4 bulan lalu bw org sakaratul maut 2.tadi siang ini...malah mayat," tulisnya diakhir unggahan.

Unggahan Paichan di grup Facebook 'Sahabat Grab Jakarta' itu pun viral dan mendapat tanggapan dari RS. Sentra Medika Cibinong.

Direktur Utama (Dirut) RS Sentra Medika Cibinong, Bogor, Lanjar mengatakan pada Kompas, Sabtu (13/07/2019), bahwa antara Senin (8/7/2019) dan Jumat (12/7/2019) ada dua jenazah yang diantar dalam kondisi sekarat di perjalanan dan meninggal di rumah sakit.

"Kalau yang kemarin itu dari Citeureup ibu rumah tangga 72 tahun, kalau yang laki-laki usia 56 dari perusahaan tapi hari Senin kejadiannya, dan dibawa dari rumah oleh temannya," kata Lanjar.

Sementara itu, kepolisian setempat, masih berupaya mencari pengunggah informasi yang mengaku sebagai sopir taksi daring itu untuk menggali informasi.

"Kami sedang koordinasi tentang nomor HP yang bisa dikonfirmasi sopir itu untuk dimintai keterangan lebih dalam, untuk diperdalam konfirmasinya apakah betul atau hoaks," kata Kapolsek Babakan Madang, Kompol Wawan Wahyudin.

Aparat, bekerjasama dengan pihak kecamatan, juga menelusuri keberadaan pabrik yang disebutkan dalam unggahan Paichan. Hasilnya, nihil.

"Untuk PT Prista Sentul tidak ada di kawasan industri Sentul mau pun di luarnya, tadi sudah nyari sama Babinsa, Babinmas, juga tidak ada," kata Camat Babakan Madang, Yudi Santoso.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Sumber : Kompas.com
Kategori : Hukum, Umum, GoNews Group

Loading...
www www