Loading...
Home >  Berita >  Dharmasraya

Jalan Lintas Lama Dharmasraya Banyak Lubang dan Berbahaya

Jalan Lintas Lama Dharmasraya Banyak Lubang dan Berbahaya
Surya Miranti mengatur kendaraan yang melintas di jalan lintas lama yang penuh lobang, gelap dan sepi.
Senin, 15 Juli 2019 19:01 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Jalan lintas lama di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) banyak yang berlubang dan hingga kini belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan.

Bahkan setelah dilakukan penggalian sejumlah titik di ruas jalan itu untuk dilakukan perbaikan sejak memasuki bulan suci Ramadhan 1440 Hijiriah lalu, hingga kini lubang bekas galian itu masih dibiarkan menganga dan telah memakan korban.

Tak jarang pengendara sepeda motor dari kaum hawa terpeleset hingga terjungkal ke lubang yang berdiameter lebih kurang tiga meter dengan lebar hingga enam meter itu.

Pekerjaan perawatan jalan tersebut malah mengancam para pengguna jalan yang melintas pada ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Dharmasraya dengan Kabupaten Bungo, Jambi itu.

Bagaimana tidak, penggalian badan jalan yang rusak oleh rekanan kontraktor malah menimbulkan banyak lobang yang menganga dan siap menunggu mangsa, terutama pengendara kendaraan roda dua.

Masyarakat setempat berinisiatif dan langsung menimbun lubang dan mengatur arus lalulintas agar tak memakan korban.

Salah seorang pengguna kendaraan, Hadi (43 tahun) yang ditemui awak media, Ahad malam (14/07/2019) mengaku sangat kecewa sekali dengan kondisi jalan lintas lama di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya itu.

"Kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Jalan ini sudah rusak sejak lama. Beberapa bulan lalu katanya akan diperbaiki, ternyata setelah digali dibiarkan saja hingga berlobang," katanya.

Apalagi saat hujan, lobang-lobang tersebut tertutup air sehingga banyak pengendara yang terperosok dan jatuh. Untung saja saat ini lagi musim kemarau.

"Kita minta pihak terkait dapat secepatnya menuntaskan pekerjaan mereka. Sehingga tidak ada lagi lobang bekas galian," katanya dengan nada kesal.

Sementara itu seorang wanita wanita berjiwa sosial tinggi, Surya Miranti (41 Tahun) mengatakan, kami mengatur kendaraan yang melintasi di jalan lintas lama yang penuh lobang agar tak ada korban.

"Apalagi daerah ini sepi, tidak ada lampu jalan dan kurangnya rambu-rambu lalu lintas. Kami atur arus lalulintas ini mulai dari siang hingga malam. Kalau malam kita lakukan hingga pukul 01.00 WIB dini hari, siangnya kami gotong royong demi kemanusiaan," kata Surya Miranti. (ep)


Loading...
www www