Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
17 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
17 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
16 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
13 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
15 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Gerindra Tegaskan Tetap Oposisi

Gerindra Tegaskan Tetap Oposisi
Senin, 15 Juli 2019 19:58 WIB
JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menegaskan pernyataan Ketua Umum Prabowo Subianto tidak mengartikan partai berlambang garuda itu berubah haluan menjadi pendukung Presiden Joko Widodo. Kendati, Prabowo bilang siap membantu pemerintah.

Menurut Sodik, Prabowo yang berkewenangan bicara apakah ada tawaran dari Jokowi. Namun, sinyal yang diberikan mantan Danjen Kopassus itu, Gerindra tetap menjadi oposisi.

"Kalau soal tawaran konkretnya yang berhak bicara adalah pimpinan kami. Tapi pimpinan kami juga sudah bilang bahwa kami di luar," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/7).

Dia meluruskan pernyataan Prabowo terkait siap membantu pemerintah. Sodik menjelaskan, maksudnya adalah siap bekerjasama membangun bangsa baik di posisi manapun. Kemungkinan bekerjasama pun, Sodik tidak menutup gabung dalam pimpinan di MPR.

"Bekerja samanya kan gitu. Bekerja sama dalam pengertian luas membangun bangsa. Jangan diartikan bekerja sama dalam artian sempit. pokok posisi yang baik adalah bekerja sama demi bangsa. Ya bukan bagi kabinet, bagi rezim," jelasnya.

Bagi Sodik, pertimbangan tidak bergabung dengan pemerintah adalah penolakan oleh para pendukung di akar rumput. Ditambah ada perbedaan visi antara Prabowo dan Jokowi. Terutama visi di bidang ekonomi.

"Ya salah satu pertimbangan (faktor pendukung). Tapi yang lebih mendasar sosl visi. Kami pada visi ini agak beda," kata Sodik.

"Pak Prabowo kan gitu kita ingin jaga kedaulatan ekonomi. kita berkolaborasi dengan asing oke. Tapi jangan membuat mereka kemudian sangat menguasai kita," jelasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www