Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
17 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
17 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
16 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
13 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
15 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Perludem: Pesan Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Lebih Terasa Tanpa Luhut

Perludem: Pesan Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Lebih Terasa Tanpa Luhut
Minggu, 14 Juli 2019 20:32 WIB
JAKARTA - Peran Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak berpengaruh dalam proses rekonsiliasi presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Terbukti pertemuan Jokowi-Prabowo berlangsung hangat, walau tanpa kehadiran Luhut.

"Tidak ada pengaruh ketidakhadiran Luhut," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggaraini di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Minggu (14/7).

Lebih lanjut, Titi menyebut bahwa semua mata tertuju pada keakraban Jokowi dan Prabowo yang dinilai telah membawa angin segar bagi polarisasi masyarakat yang memanas selama pilpres.

"Pertemuan antara Jokowi ini simbolik antara dua aktor utama, yang bisa dibilang keterbelahan politik selama ini atass kepesertaan kedua orang itu di pemilu," jelasnya.

Menurut Titi, justru tanpa kehadiran Luhut, pertemuan itu bisa berlangsung. Sebab selama ini, Luhut yang disebut sebagai utusan Jokowi untuk menggelar rekonsiliasi telah gagal menjalankan tugas.

Selain itu, tanpa kehadiran Luhut, pesan dari pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto lebih terasa ke masyarakat.

"Karena ternyata langsung dua figur ini yang menginisiasi dan tidak perlu (orang lain), simbolnya lebih terasa," pungkasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.id
Kategori : Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www