Azka, Calon Haji Cantik Termuda di Embarkasi Surabaya

Azka, Calon Haji Cantik Termuda di Embarkasi Surabaya
Jum'at, 12 Juli 2019 00:00 WIB
SURABAYA - Azka Khoirunnisa, perempuan asal Kota Malang, menjadi calon haji termuda di Embarkasi Surabaya, Jawa Timur. Gadis berusia 18 tahun itu akan berangkat ke Tanah Suci.

"Usia saya baru genap 18 tahun pada 2 Juli 2019," kata Azka, ditemui di Asrama Embarkasi Sukolilo Surabaya, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Azka didaftarkan oleh orang tuanya untuk beribadah haji pada tahun 2008. Kala itu usia Azka masih delapan tahun, dia tak mengerti kalau namanya telah didaftarkan menjadi calon haji.

Perempuan kelahiran Malang, 2 Juli 2001 ini menganggap mendapat kesempatan berharga. Ia mengaku bersyukur, lantaran tak jarang banyak jemaah lain yang bisa seperti dirinya.
 
"Saya sangat bersyukur bisa daftar haji sejak masih anak-anak, makanya saya sangat senang," kata Azka.
 
Azka akan berangkat haji bersama Ibunya, Uswatun Hasanah. Sesuai jadwal, keduanya akan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat dini hari, 12 Juli 2019, bersama dengan kelompok terbang (kloter) 16 asal Kota Malang.
 
Perempuan yang baru saja lulus SMA Negeri di Kota Malang ini, berulangkali mengaku sangat senang bisa menunaikan rukun Islam kelima di usia yang cukup muda. Sebab, tidak banyak calon haji yang sebaya bisa ke Tanah Suci.
 
"Banyak orang-orang di luar sana baru bisa naik haji pada usia yang sudah tua, banyak yang sampai menangis, karena penantiannya berhaji sampai puluhan tahun," kata Azka.
 
Di Tanah Suci nanti, Azka mengaku akan memanjatkan doa kebaikan untuk dirinya, orang tuanya, serta teman-temannya. Azka mengaku punya keinginan besar yang begitu didambakannya, yakni ingin menempuh pendidikan kodekteran di Universitas Negeri yang difavoritkannya.
 
"Saya pingin ambil kedokteran di Universitas Brawijaya. Kemarin sudah ambil, tapi belum diterima. Diterima tapi di perawatan, nggak saya ambil," kata Azka.
 
Sementara Ibu Azka, Uswatun Hasanah ,54, menceritakan Azka mestinya berangkat bersama ayah, ibu dan dua kakaknya pada tahun 2013. Namun, keberangkatan anak bungsunya itu ternyata terganjal usia yang belum cukup.
 
"Azka waktu kecil sempat nangis menjerit, melihat berkas pendaftran hajinya dipisah karena tidak bisa berangkat, karena memang usianya masih belum cukup untuk berhaji," kata Uswatun.
 
Kini setelah usia Azka cukup usia, kata Uswatun, memutuskan untuk kembali ke Tanah Suci mendampingi sang anak sesuai janjinya ketika Azka masih kecil. Uswatun berharap Azka kelak mendapatkan berkah, serta menjadi anak yang solihah dan bisa menggapai cita-citanya. "Saya berharap dia bisa menjadi yang solihah, lebih taat, bermanfaat bagi agama bangsa dan negara," kata Uswatun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Medcom.id
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan

wwwwww