Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Politik
16 jam yang lalu
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
2
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
15 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
3
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
14 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
4
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
13 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
5
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
15 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
6
Pemerintah Beri Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga, Ini Kata Legislator PKS
Politik
17 jam yang lalu
Pemerintah Beri Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga, Ini Kata Legislator PKS
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Soal BLBI, Rizal Ramli akan Diperiksa Pekan Depan, Kwik Kian Gie Bilang Begini...

Soal BLBI, Rizal Ramli akan Diperiksa Pekan Depan, Kwik Kian Gie Bilang Begini...
Kamis, 11 Juli 2019 14:10 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Ekonomi dan Industri (Ekuin) Rizal Ramli (2000-2001), batal diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) karena tidak bisa hadir. KPK pun mengagendakan ulang pemeriksaan tersebut.

"KPK akan jadwalkan ulang pemeriksaan untuk saksi Rizal Ramli tersebut minggu depan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/7/2019).

Selain Rizal, Mantan Menteri Ekuin lainnya, Kwik Kian Gie telah selesai diperiksa KPK hari ini, Kamis (11/7/2019) terkait kasus yang sama. Namun, pendahulu Rizal itu enggan berkomentar banyak saat ditanya wartawan.

"Nanti ya," kata Kwik saat tiba di Gedung KPK, Jakarta.

Rizal dan Kwik diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim (SJN).

Menurut Febri, KPK masih mendalami perkara penerbitan surat keterangan lunas (SKL) oleh mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Meski Syafruddin sendiri telah dilepaskan dari rutan KPK, tapi lembaga antirasuah itu tetap optimis ada unsur pidana di kasus BLBI.

"Sampai hari kami mempertajam runtutan peristiwa dan proses yang terjadi sebelum SKL diterbitkan. Aspek pidana korupsi menjadi perhatian serius bagi KPK," tegas Febri lagi.

Syafruddin, Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemenuhan kewajiban pemegang saham BDNI selaku obligor BLBI kepada BPPN. Kerugian negara dalam kasus BLBI oleh ketiga tersangka ini diduga mencapai Rp4,58 triliun.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Sumber : Tirto.id
Kategori : Politik, Hukum, GoNews Group

Loading...
www www