Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
17 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
2
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
14 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
3
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
Politik
10 jam yang lalu
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
4
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Politik
24 jam yang lalu
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
5
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Padang
10 jam yang lalu
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
6
Minta Temuan Kementan Tidak Diejek, Fahri Hamzah: Kasih Kesempatan Diteliti dan Diuji Dulu
GoNews Group
23 jam yang lalu
Minta Temuan Kementan Tidak Diejek, Fahri Hamzah: Kasih Kesempatan Diteliti dan Diuji Dulu
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

PDI-P Siap Menyambut dengan Tangan Terbuka Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia

PDI-P Siap Menyambut dengan Tangan Terbuka Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu. (Muslikhin/GoNews.co)
Selasa, 09 Juli 2019 14:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rencana kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, kembali menghangat pasca Partai Gerindra menjadikannya salah satu syarat rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi.

Menanggapi rencana tersebut, Politisi PDI-P sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengaku tidak ada masalah.

Ia mengatakan, seharusnya tidak ada kendala bagi Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk kembali ke Tanah Air.

Bahkan, dirinya sangat menyambut baik rencana kepulangan tersebut, sebagai sesama anak bangsa. "Dalam pandangan saya seharusnya tidak ada kendala bagi HRS untuk kembali, dan kita sambut dengan tangan terbuka sebagai anak bangsa, sebab kepergiannya atas kemauannya sendiri," kata Masinton kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (9/7).

Terkait dengan rencana menjadikan upaya rekonsiliasi Jokowi-Prabowo pasca Pemilu 2019 dalam rangka untuk memulangkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Ia berpandangan bahwa rekonsiliasi yang diupayakan pasca Pilpres harusnya diawali dengan keluruhan dan ketulusan.

Sehingga kata Masinton, rekonsiliasi harus dimaknai dalam rangka membangun persatuan dan persaudaraan sesama elemen anak bangsa.

"Saya menganggap tidak pas bila kemudian ada embel-embel lain. Kita harus menghilangkan unsur kompetisi dalam pemilu lalu, kemudian rekonsiliasi tidak boleh ada transaksional selain kepentingan bangsa," ujarnya.

"Maka rekonsiliasi harus membangun persatuan dan punya komitmen merajut keindonesiaan,"sebut politikus PDI Perjuangan itu.

Namun, bila kemudian ada persoalan lain dalam hal ini terkait dengan penegakan hukum, tentu hukum memiliki mekanismenya sendiri.

"Tentu, itu menjadi persoalan lain, harus dihadapi dengan mekanisme hukum pula," pungkasnya.***


Loading...
www www