Loading...
Home >  Berita >  Politik

Kian Memanas, Gelar MBA-nya Bamsoet Dipermasalahkan Kader Muda Golkar

Kian Memanas, Gelar MBA-nya Bamsoet Dipermasalahkan Kader Muda Golkar
Jum'at, 05 Juli 2019 15:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Suasana memanas kembali terjadi di tubuh Partai Golongan Karya pasca keinginan Bambang Soestayo maju sebagai Ketua Umum Partai berlambang beringin itu.

Gelar Master of Business Administration (MBA) Ketua DPR Bambang Soesatyo disinggung oleh kader muda Partai Golkar DKI Jakarta. Bamsoet disebut mendapatkan gelar itu dari institusi pendidikan yang tidak jelas.

Kader muda Partai Golkar dari Jakarta, Agus Harta mempertanyakan almamater Bamsoet itu. Dia mengaku sudah menelusuri di mana IM Newport Indonesia, tidak ada website resminya.

"Yang ada hanya blogspot kedaluwarsa. Ada juga info, itu adalah Sekolah Tinggi Manajemen Indonesia atau IMNI, dulu namanya Institut Manajemen Newport Indonesia. Katanya bermitra dengan pihak Amerika, yaitu Newport University, California," kata Agus.

Agus sendiri curiga bahwa gelar MBA Bamsoet adalah bodong. Tidak jelas. "Karena itu tidak heran jika ide Bamsoet terkadang aneh, tidak bermutu, seperti usul buat Pak Jokowi soal Departemen Kebahagiaan itu," ujar Agus.

Dengan fakta-fakta tersebut, Agus mengimbau segenap kader Golkar untuk menilai sendiri kredibilitas Bamsoet. "Apakah partai sebesar Golkar pantas dipimpin orang sekelas Bamsoet?" katanya.

Mendapat tudingan itu, Bamsoet menegaskan, gelar S2 yang disandangnya adalah legal dari Institute Management Newport Indonesia (IMNI). Bamsoet, mempersilakan teman-teman alumni IMNI untuk mempolisikan pihak yang menuding kampus tersebut palsu.

"Kami bangga menjadi alumni IMNI dan kami terhina. Ini justru akan kita bawa ke hukum karena justru itu legal," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).

Bamsoet mengatakan, kampus IMNI masih ada di Kalibata. Kata dia, proses belajar mengajar normal. Ikatan alumni pun ada. Selain itu, politisi Golkar itu mengatakan berkuliah di sana sekitar tahun 1986-1987. Saat itu dia menyambi sebagai wartawan di Harian Prioritas.

"Kampus masih ada di bilangan Kalibata dan mahasiswa ada, kami belajar sebagaimana sebuah proses belajar mengajar kami punya ikatan Alumni kami persilakan alumni untuk mengambil langkah hukum," kata Bamsoet.***


Loading...
www www