Riuh KLB Demokrat, Ada Nama Gatot dan Sandiaga, PD Tertibkan dari Dalam

Riuh KLB Demokrat, Ada Nama Gatot dan Sandiaga, PD Tertibkan dari Dalam
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan di Media Center Senayan. (Foto: Zul Kardus)
Kamis, 04 Juli 2019 14:36 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Suhu Partai Demokrat (PD) tengah menghangat pasca muculnya Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat (PD). Sekjen PD, Hinca Pandjaitan, memastikan Demokrat tengah melakukan penertiban dari dalam.

"Demi kemaslahatan partai dan soliditas kader Partai Demokrat, kami menempuh penegakan disiplin partai dengan cara-cara internal sebagaimana mekanisme partai yang berlaku," kata Hinca dalam keterangannya, Kamis (04/07/2019).

Dalam keterangan resminya itu, Hinca juga menegaskan legalitas Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) sebagai lembaga internal PD untuk suksesi Pemilu Serentak 2019 yang saat ini tahapannya tengah memasuki masa-masa akhir dan menjelang pelantikan calon-calon terpilih. Kogasma, dipastikan legal berdasarkan AD/ART PD.

"Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat No.92/SK/DPP.PD/II/2018, lembaga Kogasma ini dibentuk oleh DPP Partai Demokrat sebagai respon atas kebutuhan partai," kata Hinca.

Internal PD pun, dinilai pantas mengapresiasi Komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), karena telah berhasil mempertahankan kekuatan politik parlemen PD di angka 7,7 persen, di tengah beratnya tantangan ambang batas parlemen.

"Berbagai survei lintas lembaga yang menempatkan elektabilitas Partai Demokrat di kisaran angka sekitar 3 hingga 4 persen pada beberapa bulan sebelum pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019," kata Hinca.

Seperti diketahui, sebelumnya telah ramai menjadi penjadi pemberitan bahwa muncul wacana Kongres Luar Biasa (KLB) PD untuk suksesi kepemimpinan di partai belambang Bintang Mercy itu. Wacana itu muncul saat deklarasi Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) beberapa waktu lalu.

Diantara politisi senior PD yang terlibat adalah, Max Sopacua, Ahmad Mubarok dan Subur Sembiring.

Menanggapi riuh tersebut, mantan Staf Khusus Presiden era SBY, Andi Arief menduga para koleganya tersebut tengah mencoba mendorong KLB untuk mengarahkan posisi Ketum kepada sosok semodel Gatot Nurmantyo atau Sandiaga Uno.

Mengutip katadata, Andi mengatakan, "Menjadi makelar kerap menguntungkan, tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang bodoh yang bisa dibohongi,".***


wwwwww