Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
GoNews Group
20 jam yang lalu
Waspadai Covid 19,  Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
2
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
GoNews Group
20 jam yang lalu
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
GoNews Group
21 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
GoNews Group
21 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
5
Pegawai KPK jadi ASN Dipastikan Bukan Suatu Pelemahan
GoNews Group
21 jam yang lalu
Pegawai KPK jadi ASN Dipastikan Bukan Suatu Pelemahan
6
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
GoNews Group
19 jam yang lalu
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jika PAN Ingin Gabung Koalisi Jokowi, Ada Dua Syarat Ini Kata Nasdem

Jika PAN Ingin Gabung Koalisi Jokowi, Ada Dua Syarat Ini Kata Nasdem
Kamis, 04 Juli 2019 16:33 WIB
JAKARTA - Partai NasDem menyatakan saat ini belum ada tawaran kepada PAN untuk bergabung di koalisi Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Sekjen Partai NasDem Jhonny G Plate mengungkapkan dua syarat bagi partai di luar pendukung paslon 01 gabung koalisi.

"Belum ada (ajakan gabung). Tidak ada ajakan dari presiden. Yang diajak presiden adalah membangun negara bersama-sama," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (4/7).

Jhonny menyebut syarat pertama adalah Jokowi bersedia PAN bergabung. Kedua, PAN harus menguatkan koalisi Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi kalau mau bergabung, tentu yang pertama, Pak Jokowi mau enggak?. Kedua, bergabung syaratnya menguatkan koalisi, bukan melemahkan koalisi. Kalau mereka mau munas, kongres, sebagainya ya itu urusan mereka. Nanti kan Pak Jokowi yang memutuskan," terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno menjelaskan pihaknya mengkaji segala opsi yang ada, hingga bergabung dengan koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita sudah mengkaji beberapa opsi yang ada. Apakah opsi itu berada di luar pemerintahan, bagaimana kalau sampai ada opsi pertimbangan untuk masuk pemerintahan," kata Eddy, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Pilihan untuk bergabung dalam pemerintah, kata Eddy masih terus mempertimbangkan dengan bebagai catatan. Sebab mereka menyadari, sejak awal tidak berada di dalam koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dengan catatan kalau diajak. Kita bukan pihak yang mendukung pasangan yang memenangkan Pilpres ini," ujarnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Merdeka.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www