Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
2
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
2 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
3
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
4
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
2 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
5
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
8 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
6
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
14 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Dewan Pembina: Jika Nyeberang ke Jokowi, Gerindra Terkubur dan Ditinggal Pendukungnya di 2024

Dewan Pembina: Jika Nyeberang ke Jokowi, Gerindra Terkubur dan Ditinggal Pendukungnya di 2024
Kamis, 04 Juli 2019 16:45 WIB
JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi, mempunyai penilaian sendiri terkait isu koalisi Jokowi yang mengajak partainya ke pemerintahan. Menurutnya, ajakan itu adalah taktik untuk mematikan masa depan Gerindra.

"Keinginan koalisi pendukung pemerintah untuk mengajak bergabung buat saya adalah strategi untuk mengubur masa depan Partai Gerindra di tahun 2024 karena hilangnya kepercayaan pendukung militan Pak Prabowo, Pak Sandi dan Partai Gerindra," kata Mulyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/7).

Dia juga menyinggung rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi yang dilontarkan kubu Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, hal itu tidak perlu beralasab konyol dengan dalih menyelamatkan pendukung 02 yang masih dianggap bermasalah dengan proses hukum.

"Kemudian ada elite yang getol berupaya menggiring Gerindra masuk koalisi pendukung pemerintah tapi tidak sadar elite tersebut sedang menggali kuburan untuk masa depan partai dan aset kader yang punya potensi untuk memiliki peranan penting di negeri ini,” ucapnya.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arsul Sani, pernah mengatakan bahwa koalisi Jokowi tidak menutup kemungkinan bagi untuk bergabung dalam pemerintahan. Menurut Arsul, Partai Gerindra bahkan menjadi partai yang lebih dihormati oleh beberapa partai untuk masuk ke Koalisi Indonesia Kerja.

“Ada memang sebagian partai di KIK yang katakanlah memberikan penghormatan lebih kepada Gerindra. Kenapa? Karena Gerindra dianggap lawan kontestasi yang gentle yang menggunakan jalur sesuai UU untuk kontestasi,” ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/6) lalu.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Indonesiainside.co.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Politik

Loading...
www www