Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
GoNews Group
20 jam yang lalu
Waspadai Covid 19,  Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
2
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
GoNews Group
20 jam yang lalu
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
GoNews Group
21 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
GoNews Group
21 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
5
Pegawai KPK jadi ASN Dipastikan Bukan Suatu Pelemahan
GoNews Group
21 jam yang lalu
Pegawai KPK jadi ASN Dipastikan Bukan Suatu Pelemahan
6
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
GoNews Group
19 jam yang lalu
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Parpol Pengusung Prabowo-Sandi Akan Dicap Haus Kekuasaan Jika Gabung Koalisi Pemerintah

Parpol Pengusung Prabowo-Sandi Akan Dicap Haus Kekuasaan Jika Gabung Koalisi Pemerintah
Rabu, 03 Juli 2019 17:17 WIB
JAKARTA - Partai politik pengusung Prabowo-Sandi akan dicap sebagai partai inkonsisten dan haus kekuasaan jika meninggalkan oposisi dan bergabung ke pemerintahan Jokowi-Maruf di 2019-2024.

Begitu kata Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad. Ia mengatakan, stigma negatif akan diberikan kepada parpol pendukung 02 lantaran dalam perhelatan Pilpres kemarin, mereka rajin mengkritik kebijakan Presiden petahana Joko Widodo.

"Kita lihat parpol dari elitenya mengkritik cukup kerasa kepada Pak Jokowi, program-programnya dengan berbagai kalimat yang cukup keras. Ketika tiba-tiba bergabung dalam waktu pendek setelah penetapan MK, itu bisa membuat image di masyarakat bahwa seakan-akan tidak konsisten," ucap Nyarwi Ahmad seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita RMOL, Selasa (2/7).

"Yang kedua, seakan-akan partai politik ini mengejar kekuasaan," katanya.

Ia menyadari bahwa dunia politik yang ada tak bisa lepas dari unsur kepentingan. Namun dari sisi etika, parpol oposisi yang berbalik mendukung kubu koalisi pemerintah ini sangat negatif.

"Iya seperti itu (muka dua) dan seperti tidak menghiraukan suasana kebatinan orang-orang yang mendukung Capres mereka itu," tandasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www