Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sempat Ricuh Desak-desakan, Aksi Bagi-bagi Ayam Gratis di Jateng Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

Sempat Ricuh Desak-desakan, Aksi Bagi-bagi Ayam Gratis di Jateng Dijaga Ketat Aparat Kepolisian
Rabu, 26 Juni 2019 12:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SOLO - Peternak ayam yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah membagikan sebanyak 1500 ekor ayam secara gratis.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk aksi keprihatinan atas turunnya harga jual ayam di tingkat peternak yang malah membuat mereka merugi.

Namun pada saat pembagian ayam gratis tersebut, warga berdesakan dan nyaris ricuh. Ada juga sebagian warga yang terlihat pingsan. Aksi pembagian ayam gratis ini pun dijaga ketat aparat kepolisian. Pembagian ayam secara cuma-cuma itu dipusatkan di Pasar Jongke, Solo, Semarang dan Yogyakarta Rabu, 26 September 2018. Ribuan warga pun rela mengantre sejak pagi pukul 06.15 WIB meskipun pembagian ayam tersebut baru dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB.

Hanya dalam waktu setengah jam, ayam tersebut ludes dibagikan kepada warga. Namun saat pembagian itu sempat terjadi kericuhan karena warga saling berdesakan untuk mendapatkan ayam.

Menurut Ketua Pinsar Jawa Tengah, Parjuni, pembagian ayam sebanyak 1500 ekor secara gratis itu dilakukan sebagai bentuk protes para peternak mandiri karena harga jual ayam di tingkat peternak sangat murah. Jumlah ayam yang dibagikan mencapai 1500 ekor dalam kegiatan ini.

"Keprihatinan kita kepada peternak karena peternak mengalami kerugian besar. Daripada kita rugi kita berbagi dengan masyarakat saja untuk mengkonsumsi ayam dari peternak langsung," kata Parjuni di Solo, Rabu, 26 September 2018.

Menurutnya, peternak berharap pemerintah supaya bisa menaikkan harga. Pasalnya saat ini harga bibit dan pakan sudah melambung tinggi. Dengan kondisi itu, harga ayam di tingkat peternak malah turun tidak bisa naik.

"Sekarang harga ayam di tingkat peternak itu Rp13000 hingga Rp13500 per Kilogram padahal harga pokok produksinya itu mencapai Rp18000 hingga Rp18500 per kilogram. Jadi ada kerugian sekitar Rp5000 per kilogram," sebutnya.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Misnem mengaku senang dengan adanya pembagian gratis ayam tersebut. Ia memperoleh satu ekor ayam secara cuma-cuma. Ayam tersebut kata dia akan dimasak untuk lauk makan bagi anggota keluarganya.

"Lumayan ini dapat satu. Nanti setelah sampai rumah terus disembelih untuk dimasak," kata dia.

Untuk mendapatkan ayam tersebut, Misnem rela datang lebih pagi. "Tadi ya sempat berdesakan tapi ya akhirnya dapat," kata dia.***

wwwwww