Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
11 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
2
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
14 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
14 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
16 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
5
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
Pemerintahan
12 jam yang lalu
PSBB Transisi, Kendaraan Pribadi Boleh Angkut Penumpang Penuh asal Satu Keluarga
6
Jadi PRT di Dubai, Wanita Asal Gununghalu Melahirkan di Penjara dan Pulang Kampung Bawa Bayi
Umum
20 jam yang lalu
Jadi PRT di Dubai, Wanita Asal Gununghalu Melahirkan di Penjara dan Pulang Kampung Bawa Bayi
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Pasca Lebaran, Harga Cabe Merah di Dharmasraya Masih Mahal hingga Rp60.000 Sekilo

Pasca Lebaran, Harga Cabe Merah di Dharmasraya Masih Mahal hingga Rp60.000 Sekilo
Pedagang cabe di pasar tradisional.
Senin, 17 Juni 2019 23:10 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Pasca lebaran Idul Fitri 2019, harga cabe merah di Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) tetap masih tinggi. Pantauan di Pasar Tradisional Sikabau, Senin (17/6/2019) harga cabe merah mencapai Rp 58 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang cabe mengatakan, menjelang lebaran sampai hari ini harga cabe masih cukup tinggi. Harga cabe merah mencapai Rp 58 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, biasanya hanya Rp30 ribu per kilogram. Karena mahalnya harga cabe ini, maka pembeli pun berkurang.

Tingginya harga cabe merah, katanya pedagang tersebut, disebabkan pasokan dari sejumlah daerah di luar Sumbar masih minim. "Pasokan dari Pulau Jawa dan Medan belum masuk, sehingga pedagang dari Pekanbaru dan Medan mengambil cabe lokal di Alahan Panjang yang notabene di tempat kami pedagang membeli ke tengkulak," katanya.

Pedangang lainnya mengatakan, harga cabe di Pasar Sikabau saat ini bahkan lebih tinggi bandingkan pekan lalu yang hanya Rp40 ribu per kilogram.

"Kemarin di Pasar Pulau Panjang harga cabai Rp60 hingga Rp65 ribu perkilogram," katanya.

Biasanya, kata da, harga cabai akan turun ketika pasokan dari Medan dan Pulau Jawa masuk ke Sumbar.

Harga cabai normal, lanjutnya, berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Saat ini, cabai merah kualitas I Rp58 per kilogram, kualitas II Rp54 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah kualitas I Rp35 ribu, bawang merah kualitas II Rp28 ribu, bawang putih Rp40 ribu per kilogram.

Harga yang stabil adalah tomat, di kisaran Rp10 ribu per kilogram, kentang Rp12 ribu perkilogram, dan hingga saat ini tidak ada kenaikan.

Sementara itu, ibu rumah tangga Ita (35 tahun) dari Siguntur yang mau belanja di Pasar Sikabau mengakui masih tingginya harga cabe keriting mencapai Rp58 ribu per kilogram.

"Tadi pagi saya belanja di Pasar Sikabau, satu kilo Rp58 ribu, bahkan ada yang jual Rp60 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya," kata dia.

Ia berharap pemerintah mengambil langkah agar harga cabai kembali stabil, karena apabila harga bahan pokok terus tinggi akan membebani perekonomian masyarakat.

"Kita tentu berharap harga bahan pokok ini turun dan dapat dijangkau oleh masyarakat," ucapnya. (ep)


Loading...
www www