Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
19 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
2
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
Politik
12 jam yang lalu
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
16 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Padang
12 jam yang lalu
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
5
Disdik Padang Jelaskan Persoalan Sistem Zonasi Pertimbangkan Umur
Padang
12 jam yang lalu
Disdik Padang Jelaskan Persoalan Sistem Zonasi Pertimbangkan Umur
6
Belum Capai Target, Tes Usap Massal di Payakumbuh Berlanjut
Payakumbuh
12 jam yang lalu
Belum Capai Target, Tes Usap Massal di Payakumbuh Berlanjut
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Asita Kritisi Data Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Selama Libur Lebaran

Asita Kritisi Data Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Selama Libur Lebaran
Pantai Gandoriah, Pariaman.
Jum'at, 14 Juni 2019 19:16 WIB
PADANG - Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Barat (Sumbar) mengkritisi jumlah kunjungan wisatawan yang dirilis pemerintah daerah yang diklaim mencapai 2,1 juta orang.

Dikutip dari Bisnis.com, Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah mengatakan, angka yang dimaksud oleh Pemprov Sumbar itu kemungkinan besar adalah data kunjungan masyarakat ke destinasi wisata saat libur Lebaran 2019, bukan jumlah wisatawan.

"Kita harus bedakan antara wisatawan dengan masyarakat yang mengunjungi destinasi wisata. Wisatawan itu adalah seseorang atau kelompok orang yang melakukan suatu perjalanan wisata, dan menetap di daerah atau negara itu sekurang-kurangnya 24 jam," ungkapnya.

Sementara orang yang datang ke destinasi pada pagi hari kemudian kembali pulang pada sore harinya tidak bisa dimasukkan dalam kategori wisatawan, hanya pengunjung.

Kecenderungan pengunjung, kata Ian, terlebih bila merupakan perantau yang sekali-sekali pulang kampung, akan mengunjungi banyak destinasi dalam satu kali perjalanan.

Misalnya yang berasal dari Padang, akan mengunjungi Pantai Padang, sejumlah pantai di Pariaman dan mungkin juga Danau Maninjau di Agam, kemudian malamnya kembali ke Padang. Besoknya, mengunjungi Lembah Anai, Padangpanjang dan Bukittinggi. Lalu besoknya lagi mengunjungi Tanah Datar dan Harau.

"Logikanya mereka akan tercatat setidaknya pada delapan destinasi. Artinya, satu orang bisa saja tercatat sebagai delapan orang, tentu jadi tidak valid sebagai data kunjungan wisatawan," ujarnya.

Data yang lebih valid sesuai dengan definisi wisatawan adalah berdasarkan tingkat hunian hotel dan penginapan selama libur Lebaran 2019.

Meski demikian, Ian menyebut angka itu tidak perlu menjadi bahan perdebatan. Yang paling penting adalah, apakah kunjungan wisatawan itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah destinasi.

"Kalau belum, apa yang bisa dilakukan ke depan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta agar pariwisata benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit merilis jumlah wisatawan yang datang ke daerah itu pada libur Lebaran 2019 mencapai 2,1 juta orang dan perputaran uang selama 5 hari libur mencapai Rp214 miliar. ***

Editor : arie rh
Sumber : bisnis.com
Kategori : GoNews Group, Umum, Sumatera Barat

Loading...
www www