Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
8 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Cerita Akbar/Winny Soal Sulitnya Saling Adaptasi
GoNews Group
21 jam yang lalu
Cerita Akbar/Winny Soal Sulitnya Saling Adaptasi
3
Oprasi Lutut, Ketut Mahadewi: Takut Banget
GoNews Group
21 jam yang lalu
Oprasi Lutut, Ketut Mahadewi: Takut Banget
4
Sebut Terlambat Persiapan, Zainudin Amali Bagi Tugas
GoNews Group
21 jam yang lalu
Sebut Terlambat Persiapan, Zainudin Amali Bagi Tugas
5
Tundukkan Akbar/Winny, Praveen/Melati Juara
GoNews Group
21 jam yang lalu
Tundukkan Akbar/Winny, Praveen/Melati Juara
6
Pilkada Rohil, DPP PAN Resmi Usung Pasangan Suyatno-Jamiludin
Politik
20 jam yang lalu
Pilkada Rohil, DPP PAN Resmi Usung Pasangan Suyatno-Jamiludin
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kapolri: Kami Enggak Pernah Bilang Kalau Dalang Kerusuhan 22 Mei Kivlan Zen

Kapolri: Kami Enggak Pernah Bilang Kalau Dalang Kerusuhan 22 Mei Kivlan Zen
Kamis, 13 Juni 2019 15:39 WIB
JAKARTA - Polri telah memparkan proses penyelidikan dan penyidikan kasus kerusuhan 22 Mei. Dari pemaparan itu terungkap bahwa Mayjen (Purn) Kivlan Zen memerintah para eksekutor untuk membunuh 4 tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei. Pengungkapan ini menimbulkan anggapan sebagian pihak bahwa Kivlanlah dalang kerusuhan ini.

Anggapan itu dibantah oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito menegaskan, Polri tidak pernah menyebut Kivlan merupakan dalang kerusuhan.

"Tolong dikoreksi bahwa dari Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu adalah Pak Kivlan Zen. Enggak pernah," ujar Tito usai Apel Operasi Ketupat, di Monas, Jakarta, Kamis (13/6).

Tito menjelaskan, yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri di kantor Kemenkopolhukam merupakan kronologi peristiwa 21-22 Mei. Dalam penjelasan itu, disampaikan ada dua segmen kelompok damai dan kelompok rusuh.

Kelompok yang rusuh inilah yang ditindak oleh polisi. Mereka membawa bom molotov, panah, parang, ada roket mercon, dan batu. Selain itu, ada ambulans yang justru diisi dengan batu. Dengan begitu, dapat disimpulkan, kelompok perusuh ini memang di-setting.

"Tapi tidak menyampaikan itu Pak Kivlan Zen (dalang), hanya disampaikan dalam peristiwa itu ada korban sembilan orang meninggal dunia di samping luka-luka baik dari kelompok perusuh maupun dari petugas," jelas dia.

"Petugas itu 237 yang terluka, 9 dirawat, satu rahang pecah. Banyak tidak di-cover. Sembilan ini ada luka karena kekerasan tumpul karena pukulan petugas, bisa karena dilempar batu oleh perusuh lain," tambah Tito.

Kivlan Zen telah menyangkal sangkaan polisi terhadap dirinya. Sebagai purnawirawan TNI, Kivlan lewat pengacaranya juga meminta perlindungan kepada Menhan Ryamizard Ryacudu.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : KUMPARAN.COM
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www