Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
GoNews Group
17 jam yang lalu
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
2
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
GoNews Group
16 jam yang lalu
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
3
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
GoNews Group
17 jam yang lalu
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
4
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
6 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
5
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Dianggap Bikin Onar, Ferdinan, Andi Arief dan Rachlan Nashidik 'Disentil' Senior Demokrat

Dianggap Bikin Onar, Ferdinan, Andi Arief dan Rachlan Nashidik Disentil Senior Demokrat
Kamis, 13 Juni 2019 23:47 WIB
JAKARTA - Anggota Presidium Gerakan Moral Penyelamat Demokrat Max Sopacua merasa prihatin atas kondisi partai yang mengalami pembusukan dari dalam.

Salah satunya disebabkan segelintir kader yang acap kali melontarkan penyataan menyimpang yang keluar dari jati diri dan karakter Demokrat.

"Ini mengganggu soliditas, merusak kredibilitas dan integritas Demokrat yang berdampak pada pembusukan partai," ucap Max ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6) ini.

Max menyebut dalang di balik pembusukan partai yakni Komunikator Politik Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Waketum Demokrat Rachland Nashidik, Wasekjen Demokrat Andi Arief. Ketiga tokoh, dianggap Max, rutin mengucapkan pernyataan kontroversial.

"Saudara Ferdinand, Rachland, dan Andi Arief yang kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan muruah, karakter dan jati diri Partai Demokrat," ucap politikus senior Demokrat ini.

Anggota Majelis Tinggi Demokrat itu mengatakan, ucapan ketiga tokoh melahirkan inkonsistensi di partai. Ucapan ketiganya juga membenturkan Demokrat dengan partai lain, sesama rekan koalisi.

"Khususnya terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap Partai Demokrat," ucap dia.

Dia berharap, partai melakukan tindakan terhadap ketiga kader yang dianggap bermasalah. Demokrat harus mendesak ketiga tokoh menyampaikan pernyataan maaf terbuka dan tidak mengulangi tindakan dengan melontarkan pernyataan kontroversial.

"Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi," tegas dia.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : JPNN.com
Kategori : Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www