Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
21 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
2
Setalah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
2 jam yang lalu
Setalah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
3 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
6 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
5
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
5 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
6
Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
Politik
5 jam yang lalu
Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ketua MK: Media Sosial Luar Biasa Menghantam MK Secara Keseluruhan!

Ketua MK: Media Sosial Luar Biasa Menghantam MK Secara Keseluruhan!
Senin, 10 Juni 2019 15:27 WIB
JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengaku kondisi politik Indonesia sangat panas beberapa bulan terakhir. Apalagi, sengketa Pilpres kini masuk ke MK.

"Selama sebulan (Bulan Ramadhan-red) itulah kita berusaha sekuat tenaga, sesuai derajat keimanan kita, mampu melewati segala konflik dengan mengalahkan semua hawan nafsu, termasuk, yang kita tahu akhir akhir ini media sosial luar biasa menghantam MK secara keseluruhan. Termasuk saya terutama. Cara bersalaman pun dihantam, dikritisi secara luar biasa," kata Anwar.

Hal itu disampaikan dalam acara halal bihalal MK di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). Cara bersalaman yang dimaksud adalah saat ia mengucapkan sumpah sebagai hakim konstitusi di depan Presiden Joko Widodo pada 2016. Saat ia bersalaman, Anwar sedikit merendahkan bahunya. Medsos kemudian memviralkan foto 2016 itu, seakan-akan Ketua MK di bawah Presiden.

"Tapi justru itu menambah pahala kita bersama. Tetapi yang namanya manusia, pasti perasaan perasaan subjektif itu akan lahir. Oleh karena itu, mengapa Imam besar Abu Khalifah yang dulu disuruh menjadi hakim, dibujuk, dirayu, tidak mau, sampai dipenjara," tutur Anwar.

"Setelah keluar, dibujuk lagi supaya mau menjadi hakim, tetap tidak mau, dihukum penjara lagi, sampai beliau meninggal dalam penjara. Luar biasa. Itulah beratnya beban seoraang hakim," sambung Usman.

MK sendiri akan menggelar sidang perdana sengketa Pilpres pada 14 Juni esok. MK menjamin lembaganya independen.

"Apa yang kita alami sekarang, kita berusaha, yang penting kita istiqomah. Oleh karena itu, karena banyak rintangan rintangan yang kita hadapi selama sebulan penuh, maupun ke depan, lebih lebih lagi menjelang tanggal 14 Juni, mari kita mempersiapkan diri, sesuai dengan Idul Fitri, jadi kita kembali kepada fitri," pungkasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Detik.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www