Loading...    
           

Kemacetan Mulai Mengular saat Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni

Kemacetan Mulai Mengular saat Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni
Jum'at, 07 Juni 2019 22:16 WIB
JAKARTA - Kemacetan arus kendaraan di pintu masuk ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung mulai terlihat H+3 Lebaran 2019, Jumat (7/7).

Jalan menuju pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni dipadati kendaraan yang mengantre para pemudik yang mulai melakukan arus balik.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan bahwa pihaknya sudah mendata lonjakan kendaraan pemudik pada arus balik Lebaran hari ini.

"Kami sudah pantau, memang jumlah kendaraan mengalami lonjakan pada H+3 Lebaran ini. Terpantau lonjakan naik secara signifikan," ujar Ira Puspadewi, seperti dikutip Antara.

Peningkatan volume kendaraan roda empat disebut mencapai 12 persen. Namun menurutnya, puncak lonjakan kendaraan arus balik biasanya terjadi pada H+4 Lebaran.

Untuk mengantisipasi kemacetan, dia mengimbau agar masyarakat segera menyiapkan kartu nontunai dan KTP elektronik saat memasuki pelabuhan. Dengan demikian, bisa meminimalisir lambatnya arus di pintu masuk pelabuhan dan mencegah kemacetan yang mengular.

"Kalau mereka menyiapkan keduanya, Insya Allah bisa cepat melewati pintu penyeberangan. Itu juga untuk mengantisipasi kemacetan," ujarnya lagi.

Salah seorang pemudik Farhan menyatakan bahwa lonjakan kendaraan saat arus balik ini berdampak pada kemacetan pada jalur biasa dan jalur tol dan pintu masuk ke pelabuhan.

"Saya sudah tunggu satu jam. Macetnya hingga ada 3 kilometeran dari jalur biasa. Kalau dari tol, paling satu kilometer aja," katanya pula.
Lihat juga: Kapal Mutiara Persada II Kandas, 516 Penumpang Dievakuasi

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP M Kasyfi Mahardika menolak berkomentar terkait kemacetan yang terjadi.

"Kalau mau nanya itu, saya nggak bisa paparkan. Nanti kalau mau tanya jawab ke Pak Kapolres saja," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:ANTARA
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan

Loading...
wwwwww