Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR dan Pemerintah Sepakat Ganti RUU HIP dengan RUU BPIP
Politik
9 jam yang lalu
DPR dan Pemerintah Sepakat Ganti RUU HIP dengan RUU BPIP
2
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
GoNews Group
14 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
3
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
GoNews Group
13 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
4
Ketua DPR Puan Maharani: RUU BPIP Berbeda dengan RUU HIP
Politik
9 jam yang lalu
Ketua DPR Puan Maharani: RUU BPIP Berbeda dengan RUU HIP
5
Massa Aksi Tolak Omnibus Law di DPR: Rezim Anti-rakyat!
Politik
9 jam yang lalu
Massa Aksi Tolak Omnibus Law di DPR: Rezim Anti-rakyat!
6
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
GoNews Group
16 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Dua Perguruan Silat PSHT dan Kera Sakti Bentrok di NTT, Satu Pemuda Tewas Ditikam

Dua Perguruan Silat PSHT dan Kera Sakti Bentrok di NTT, Satu Pemuda Tewas Ditikam
Kamis, 06 Juni 2019 19:58 WIB
KUPANG - Bentrokan dua kelompok perguruan silat terjadi di Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (6/6) dini hari tadi. Akibat bentrok itu satu orang tewas.

Kejadian itu berawal ketika Ramos Horta Soares (19), korban tewas, mendatangi tempat pesta di lokasi seratus Desa Manusak sekitar pukul 02.00 wita. Korban kemudian diajak duduk beberapa orang yang tidak dikenalnya.

Beberapa saat kemudian, terjadi keributan mengakibatkan korban tertikam menggunakan benda tajam. Pelaku diketahui berinisial MAB. "Korban meninggal dunia di RSUD Naibonat," Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Amalo.

Menurut Simson, kejadian itu mengakibatkan dua kelompok perguruan bela diri terlibat bentrok. Dua kelompok itu, yakni Perguruan Kera Sakti dan PSHT.

Ramos merupakan murid dari perguruan PSHT. Sedangkan terduga pelaku berasal dari perguruan Kera Sakti.

Bentrok pun meluas. Kelompok massa yang diduga dari pihak korban pagi harinya melakukan aksi balas dendam. Bentrok itu terjadi hingga pukul 10.24 Wita.

Aksi balas dendam itu mengakibatkan rumah milik Gaspar Dos Santos, 65 tahun, dirusak massa. Sejumlah barang hancur dan satu unit sepeda motor dibakar.

Bentrokan itu menyebabkan korban berjatuhan dari kedua kelompok. Tiga warga dari kelompok penyerang diketahui mengalami luka akibat terkena senjata tajam. Sementara satu dari kelompok yang diserang mengalami luka.

"Tiga korban dari kelompok penyerang mengalami luka panah. Sedangkan dari kelompok yang diserang, satu korban dengan luka lemparan batu," ujarnya.

Aparat gabungan TNI-Polri diterjunkan mengamankan lokasi bentrokan. Situasi saat ini berangsur kondusif.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : MERDEKA.COM
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Hukum

Loading...
www www