Makin Dekat Lebaran, Harga Sawit di Dharmasraya Makin Merosot, Petani pun Makin Nelangsa

Makin Dekat Lebaran, Harga Sawit di Dharmasraya Makin Merosot, Petani pun Makin Nelangsa
ilustrasi
Minggu, 02 Juni 2019 14:42 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Pasca penetapan hasil Pilpres pada 21 Mei 2019 lalu, harga komoditas sawit di Dharmasraya semakin hari kian merosot. Puncaknya  pada H -7 jelang hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 M, harga sawit semakin jatuh ke titik terendah.

Harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Dharmasraya kembali terpuruk. Para petani sawit resah dikarenakan pendapatan yang diperoleh tidak mampu memenuhi kebutuhan Lebaran yang sangat beragam.

Diketahui penurunan dratis ini terjadi secara bertahap. Terhitung sejak 21 Mei 2019 lalu hingga hari ini, dan berkemungkinan untuk terjadi lagi penurunan harga TBS yang saat ini berharga Rp 750 per kg.

Berdasarkan hasil pantuan di lapangan, diketahui bahwa penurunan harga sawit bersamaan dengan naiknya harga tiket pesawat dan harga tiket tol.

Salah seorang petani sawit Dharmasaraya, Bambang (45), yang ditemui awak media, Ahad (2/6/2019) mengatakan, sangat menderita dengan harga sawit saat ini sangat anjlok. Apa lagi tinggal berapa hari lagi menjelang hari raya Idul Fitri, dimana harga semua kebutuhan sangat tinggi.

"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ini sungguh luar biasa anjlok harganya. Terhitung sejak 21 Mei lalu hampir 50 persen harga sawit turun. Ini sangat terasa berat bagi kami. Padahal mudik lebaran kali ini membutuhkan biaya yang sangat besar," katanya dengan raut wajah sedih.

Apa lagi pada bulan ini bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru dunia pendidikan, sehingga beban sangat berat.

"Saya berharap kepada pemerintah untuk memulihkan harga tandan buah sawit, seperti dulu dengan harga Rp 2.000 per kilogram sehingga bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk biaya pendidikan anak," katanya. (ep)


wwwwww