Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
17 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
17 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
17 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
4 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Gelar Hiburan Orgen Tunggal hingga Larut Malam di Agam, Bakal Didenda Rp50 Juta

Gelar Hiburan Orgen Tunggal hingga Larut Malam di Agam, Bakal Didenda Rp50 Juta
ilustrasi
Minggu, 02 Juni 2019 15:05 WIB
AGAM - Pemkab Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan rambu-rambu pertunjukan menggunakan orgen tunggal dan kesenian tradisional. Bagi yang melanggar, hukumannya denda Rp50 juta atau kurungan paling lama tiga bulan pun menunggu.

Dikutip dari hariansinggalang.co.id, aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 300/169/Satpol PP - Damkar/2019 dan ditandatangani Sekda Kabupaten Agam, Martiaswanto Dt. Maruhun. Ada beberapa hal yang diatur pada surat tertanggal 28 Mei 2019 itu, dan ditujukan kepada pemilik atau pengusaha organ tunggal.

Pertama, pertunjukan organ tunggal boleh dilakukan mulai jam 08.00 sampai dengan 18.00 WIB. Sedangkan kesenian daerah diberi kelonggaran sampai pukul 24.00 WIB. Tak kalah penting, penyelenggaraan hiburan organ tunggal harus mengantongi surat izin keramaian dari pihak yang berwenang.

Selanjutnya, surat edaran tersebut juga berisikan beberapa larangan pada pelaksanaan hiburan organ tunggal, seperti menampilkan artis penyanyi dengan pakaian minim serta goyangan yang mengarah pornoaksi, memfasilitasi perjudian, mabuk-mabukan, penggunaan narkotika serta minuman keras.

Kegiatan hiburan organ tunggal juga dilarang memfasilitasi atau membiarkan kegiatan oleh waria yang melanggar norma agama, sosial dan budaya. Bagi pihak yang ditemukan melanggar aturan, maka akan diberikan hukuman, mulai pembubaran kegiatan, dan penyitaan alat organ. Sanksi yang terberat berupa ancaman kurungan selama tiga bulan atau denda Rp50 juta.

Keluarnya aturan tersebut disambut baik warga. Seperti yang diucapkan Eri, warga Tiku. Ia berharap keluarnya aturan tersebut mampu menciptakan kenyamanan masyarakat dan lingkungan. “Kita berharap pagelaran sesuai aturan tersebut betul-betul mampu menjadi hiburan bukan malah menjadi sumber permasalahan di masyarakat,” kata Eri, Minggu (2/6). ***

Editor : arie rh
Sumber : hariansinggalang.co.id
Kategori : GoNews Group, Umum, Sumatera Barat, Agam

Loading...
www www