Gara-gara Harga Tiket Pesawat Mahal, Menhub jadi Sasaran Amarah di Twitter

Gara-gara Harga Tiket Pesawat Mahal, Menhub jadi Sasaran Amarah di Twitter
Kamis, 30 Mei 2019 19:49 WIB
JAKARTA - Hashtag "Pemudik Pusing" menjadi trending di media sosial, terutama di Twitter. Penyebabnya, harga tiket yang melambung menjelang Idul Fitri 2019. Bahkan harganya sudah tak masuk akal. Tiket pesawat Bandung-Medan, misalnya, dipatok sampai Rp 21 juta. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun jadi sasaran amarah netizen.

"Retorika Menteri Perhubungan atas penurunan harga tiket dengan kenyataan di lapangan yaitu mahalnya tiket dalam negeri," tulis Franky tts dalam statusnya di Twitter.

"Entah apa yang ada di kepala Menhub membaca berita ini," kata akun Kognitariat seraya melampirkan link berita sebuah media yang menulis harga tiket yang melambung jauh.

"Makan tuh 'turun 16%'. Selalu berpihak pada masyarakat," tulis akun Ryan Khaniagi, menyindir pernyataan Budi Karya baru-baru ini di media yang menyebut harga tiket pesawat turun 16 persen dan itu sudah berpihak pada masyarakat.

Hal senada disampaikan akun Agus Allo. Dia mengatakan melihat fenomena harga tiket sedemikian rupa (sangat tinggi), pemerintah tak berdaya menghadapi maskapai. Anjuran 15% penyesuaian tarif tidak digubris maskapai. Dia menyertakan hashtag #MenhubGakBerdaya.

Sementara itu, Garuda Indonesia membantah harga tiket penerbangannya mencapai Rp 21 juta seperti diberitakan di media.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan harga tiket yang beredar di beberapa media untuk rute Bandung-Medan seharga Rp 21 juta bukanlah penerbangan langsung. Ikhsan menyebut penerbangan bandung-Medan itu melibatkan banyak kota sebagai transit yaitu Bandung - Denpasar - Jakarta - Kualanamu sehingga memutar jauh.

"Garuda Indonesia sendiri tidak punya rute Bandung-Medan," kata Ikhsan mengutip siaran pers yang diterima Tagar, Rabu, 29 Mei 2019.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Budi Karya Sumadi Diganti?

Dia mengimbau masyarakat lebih cermat bila bertransaksi di online travel dan perlu melihat detail rute dan transit yang ditawarkan oleh sistem pencari. Menurut dia, sistem akan mencari rute seat yang available walaupun terlalu banyak transit, memutar jauh dan melibatkan banyak maskapai penerbangan sehingga harga yang muncul terlalu mahal.

"Seluruh rute penerbangan Garuda Indonesia mengimplementasikan harga tiket yang mengacu kepada tarif batas atas yang ditentukan oleh Pemerintah," ucapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono. Dia menjelaskan soal harga tiket pesawat yang meroket saat masa mudik Lebaran 2019 ini.

Nur Isnin, saat konferensi pers Press Background "Strategi Jelang Masa Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2019", di Kemenhub, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019, menjelaskan harga tiket yang terlampau mahal itu bukan untuk satu rute langsung, melainkan transit di lebih dari satu titik.

"Setelah dicek, rute Jakarta-Surabaya ternyata yang dibeli Jakarta-Makassar-Bali baru ke Surabaya," katanya, mengutip Antara.

Pernyataan tersebut, menyusul pemberitaan harga tiket pesawat mencapai Rp 21 juta serta di sejumlah agen perjalanan daring (OTA) ditemukan tiket pesawat Jakarta-Balikpapan hingga Rp 8 juta.

Isnin mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan memperhatikan secara rinci dalam pembelian tiket.

“Tanpa disadari itu, hati-hati,” katanya pula.

Ia juga akan mengoordinasikan kepada agen perjalanan daring terkait harga tiket tersebut.

"Kami koordinasi dengan online travel agent, jangan sampai penumpang lupa cek sehingga berpengaruh dengan tingginya harga tiket," katanya.

Isnin menyatakan saat ini belum ada maskapai yang melanggar tarif batas atas (TBA).

"Kemarin kita dapatkan masukan melebih TBA, tapi hasil pengawasan tidak ada yang melebihi TBA," katanya pula.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:GoNews Group, Umum, Ekonomi, Pemerintahan

wwwwww