Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
24 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
22 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
22 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
5
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
6
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
GoNews Group
14 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Menhan: Senjata Milik Eks Danjen Kopassus Soenarko Bukan Hasil Selundupan

Menhan: Senjata Milik Eks Danjen Kopassus Soenarko Bukan Hasil Selundupan
Rabu, 29 Mei 2019 18:13 WIB
JAKARTA - Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko ditetapkan sebagai tersangka dugaan kepemilikan senjata ilegal. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan Soenarko memang sosok yang suka perang.

Ryamizard menilai senjata yang diduga milik Soenarko itu bukan hasil penyelundupan.

"Bukan penyelundupan ya, senjata sudah ada itu," kata Ryamizard saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Ryamizard mengatakan Soenarko memang sosok yang suka perang. Karena itu, dia tidak terkejut jika Soenarko disebut memiliki senjata.

"Saya rasa bukan penyelundupan ya, senjata sudah ada dari dulu. Kan dia perang terus itu orang. Di Tim Tim (Timor Timur), di Aceh, mungkin senjata rampasan di situ," katanya.

Terkait dengan dugaan ada keterlibatan Soenarko dalam aksi 22 Mei 2019, Ryamizard tak mau berkomentar. Ryamizard mengatakan, jika memang sudah direncanakan Soenarko, itu bukan hal yang baik.

"Saya tidak tahu. Kalau rencana berarti tidak baik," katanya.

"Kenapa? Saya sudah bilang sejak awal, kita tunggu saja hasil dari KPU. Kalau tidak puas dan menyangka kecurangan, buktikan di mana kecurangannya. Kalau tidak ada, ya sudah, kalah. Kalau ada ya diproses, tunggu, kan begitu," imbuhnya.

Ryamizard juga mengingatkan agar di bulan Ramadhan semua orang memperbanyak berbuat kebaikan. Dia tak ingin ada perbuatan yang menyebabkan pahala berpuasa menjadi hilang.

"Di bulan puasa, kita mencari berkah, mencari sebanyak-banyaknya pahala. Jadi jangan sampai berbuat yang pahala kita malah hilang. Mudah-mudahan Ramadhan ini beres semualah, harapan kita semua kan. Tidak boleh terjadi. Saya tidak suka terjadi kerusuhan. Mudah-mudahan nggaklah, cukup kemarin itu ya," katanya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : detik.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www