Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
20 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
GoNews Group
8 jam yang lalu
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
GoNews Group
22 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
GoNews Group
8 jam yang lalu
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
5
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
Politik
11 jam yang lalu
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
GoNews Group
11 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Selain Pendidikan, Trio Hijabers Metal VoB Juga Sindir Batasan Berpendapat di 'School Revolution'

Selain Pendidikan, Trio Hijabers Metal VoB Juga Sindir Batasan Berpendapat di School Revolution
Minggu, 26 Mei 2019 02:29 WIB
JAKARTA - Band metal yang digawangi trio remaja hijabers asal Kabupaten Garut, Voice of Baceprot (VoB) terus berkarya. Awal bulan Mei 2018, mereka merilis single perdananya berjudul 'School Revolution'.

"Iya single, judulnya 'School Revouliton'," ungkap manajer VoB Bah Ezra seperti dilansir GoNews.co dari Detik.com, Minggu (26/5/2019).

Ide lagu ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Lagu ini diciptakan ketiga personel, yaitu Firda Kurnia sang vokalis, Widi Rahmawati bassist serta penabuh drum Euis Siti.

Lagu 'School Revolution' berkisah tentang kegelisahan pelajar di sekolah yang merasa terbatasi dan terkekang oleh peraturan sekolah untuk bisa berkarya.

"Menceritakan tentang kegelisahan pelajar soal sekolah yang malah sering membatasi atau mengekang kemerdekaan berkarya dan berkreativitas," katanya.

Ezra mengatakan, dalam proses pembuatan lagu, menciptakan lirik merupakan hal yang paling lama. Lagu ini juga mengambil referensi dari buku Revolusi Sekolah karangan Fadh Gibran, seorang penulis asal Garut.

"Dalam video klip, terdapat banyak patung manusia yang diikat, mulutnya dilakban, matanya ditutup itu sebagai simbolisasi pemasungan kemerdekaan berpikir dan berpendapat," katanya.

"Budaya kritis dikikis dibenturkan dengan norma, budaya dan dogma," ujar Ezra menambahkan.

Lagu tersebut mulai diperdengarkan ke publik sejak 1 Mei 2018. Di YouTube, sejak diunggah dua hari lalu, video klip lagu itu telah ditonton lebih dari 2,8 ribu kali.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Detik.com
Kategori : Pendidikan, Peristiwa, Umum, GoNews Group

Loading...
www www