Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
23 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
Internasional
24 jam yang lalu
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
3
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
Ekonomi
4 jam yang lalu
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
4
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
Politik
24 jam yang lalu
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
5
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan 'Paperless' di Kompleks DPR
GoNews Group
22 jam yang lalu
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan Paperless di Kompleks DPR
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Umum
6 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kapolri Kembali Tegaskan, Perusuh 22 Mei Berbeda dengan Massa Aksi Damai

Kapolri Kembali Tegaskan, Perusuh 22 Mei Berbeda dengan Massa Aksi Damai
Kamis, 23 Mei 2019 00:52 WIB
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kelompok yang rusuh di kawasan Tanah Abang, Jakarta berbeda dengan massa aksi damai 22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu. Kelompok perusuh itu merupakan massa bayaran.

"Kita temukan uang, amplop, dan keterangan dari mereka bahwa ada yang membiayai," ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kerusuhan yang menimbulkan korban jatuh itu sengaja diciptakan untuk meraih simpati publik. Mereka kemudian berbalik menuding aparat keamanan yang melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap masyarakat yang tengah melakukan aksi demonstrasi.

Tito menegaskan, massa perusuh baru muncul sesaat setelah peserta aksi damai di depan Bawaslu membubarkan diri. Mereka langsung melakukan kerusuhaan dengan menyerang aparat keamanan dan membakar kendaraan.

"Oleh karena itu, masyarakat melihat secara jernih bahwa kelompok yang anarkis semalam mereka disetting sedemikian rupa. Jadi bukan aksi biasa. Tapi semalam langsung melakukan aksi pembakaran, pelemparan. Aparat juga ada yang terluka terkena batu, panah, ada," kata Tito.

Sebelumnya, aparat kepolisian berhasil mengamankan 99 orang terkait kerusuhan di sekitar Slipi dan Tanah Abang. Polisi juga mengamankan satu unit mobil ambulans yang didalamnya ditemukan batu, sejumlah uang, dan amplop yang diduga terkait aksi kerusuhan.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Detik.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www