Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
24 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
2
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
23 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
3
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
22 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
4
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
24 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
5
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
24 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
6
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Ekonomi
23 jam yang lalu
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Banyak Korban Tewas di Peristiwa 21-22 Mei, Mardani: Satu Nyawa itu Mahal

Banyak Korban Tewas di Peristiwa 21-22 Mei, Mardani: Satu Nyawa itu Mahal
Kamis, 23 Mei 2019 20:19 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Mardani Ali Sera, menanggapi banyaknya korban tewas dalam insiden 21-22 Mei 2019.

Mardani, menegaskan mahalnya nyawa setiap orang. "Sedih karena nyawa manusia itu mahal," kata Mardani melalui jejaring Whatsaap, Kamis (23/05/2019) malam.

Ia mengatakan, setiap orang memiliki ceritanya sendiri. Baik sebagai Ayah dengan anak dan Istrinya, maupun sebagai anak dengan Ayah dan Ibunya. "Sebagai apapun, satu nyawa itu mahal,".

"Ayo semua pihak menahan diri! Plus cerdas. Jangan terprovokasi!," imbaunya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ini juga mendoakan agar semua korban dapat dipenuhi hak-haknya,"diurus jenazahnya, dicek sebab kematiannya dan bagi yang sakit ditanggung biaya pengobatannya,".

Sebelumnya, Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, per Kamis (23/05/2019) jumlah korban tewas terdata sebanyak 8 orang.

Mereka adalah:

1. Farhan Syafero, pria, 31 th. Alamat : Depok, Jabar. Meninggal di RS Budi Kemuliaan (jenazah dirujuk ke RSCM) Tanggal 22 Mei 2019.

2. M. Reyhan Fajari, pria, 16 th. Alamat : Jl. Petamburan 5, RT 010 RW 05, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meninggal di RSAL Mintoharjo Tanggal 22 Mei 2019.

3. Abdul Ajiz, pria, 27 th. Alamat : Pandeglang, Banten. Meninggal di RS Pelni Tanggal 22 Mei 2019.

4. Bachtiar Alamsyah, pria. Alamat : Batu ceper, Tangerang. Meninggal di RS Pelni Tanggal 22 Mei 2019.

5. Adam Nooryan, pria, 19 th. Alamat : Jl. Sawah Lio II Gg 3 No 6A RT 6 RW 1 Jembatan 5, Tambora Meninggal di RSUD Tarakan Tanggal 22 Mei 2019.

6. Widianto Rizky Ramadan, pria, 17 th. Alamat : Jl. Slipi Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi. Meninggal di RSUD Tarakan.

7. Tanpa Identitas, Pria Meninggal di RS Dharmais Tanggal : 22 Mei 2019.

8. Sandro, pria, 31 th Meninggal di RSUD Tarakan Tanggal 23 Mei 2019 (pascarawat sejak 22 Mei 2019).

Jumlah ini belum termasuk info-info yang berseliweran di jejaring sosial. Termasuk soal sebab meninggal, perlu pendalaman medis secara resmi.

Oleh karenanya, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik saat meninjau korban di RS Tarakan Jakarta pada Rabu (22/05/2019) kemarin mengatakan, "Kita menginginkan kalau bisa memang ada autopsi. Tadi dokter bilang sudah tawarkan untuk diautopsi. Kalau bersedia ke RS Polri kan, karena RS Tarakan enggak ada kapasitas untuk autopsi, dia hanya forensik luar. Tapi kedua korban itu tidak bersedia," katanya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www