Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
22 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
2
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
Pesisir Selatan
22 jam yang lalu
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
3
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
8 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
4
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
Agam
14 jam yang lalu
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
5
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Mer-C Gugat ke Peradilan Internasional, Warning Buat KPU Atas Tewasnya Ratusan Petugas Pemilu

Mer-C Gugat ke Peradilan Internasional, Warning Buat KPU Atas Tewasnya Ratusan Petugas Pemilu
Jum'at, 17 Mei 2019 02:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Organinasi sosial kedaruratan medis, Mer-C (Medical Emergency Rescue Committee) akan membawa kasus meninggalnya ratusan petugas Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ke Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Cour (ICC) dan Komisi Hak Asasi Manusia atau United Nation Human Right Council (UNHRC) PBB.

Pembina MER-C, Joserizal Jurnalis pada Kamis (16/05/2019) di Jakarta mengatakan, "ini masih warning buat KPU,".

Meski begitu, warning tersebut bukan main-main karena Mer-C menilai, tewasnya ratusan petugas Pemilu yang sebagian besarnya adalah petugas (KPPS Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dalam Pemilu 2019, merupakan kejadian luar biasa (KLB).

"Kalau KPU tetap abai, ya kita nggak ragu-ragu membawa ini," tegasnya.

Mer-C bahkan berpandangan, proses perhitungan suara layak untuk dihentikan sementara-selama proses penanganan dan penyelidikan sebab kematian, guna mencegah munculnya korban tewas baru. Karena, "masih ribuan juga yang sakit,".

Sejauh ini, KPU mencatat jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia tembus 456 orang dan 4.310 orang menderita sakit.

Sementara itu, pada Rabu (08/05/2019), Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek menyebut, jumlah petugas KPPS yang meninggal pada Pemilu 2019 tidak lebih banyak dari saat perhelatan Pilkada 2017 dan 2018, "Artinya pada minggu pertana pemilu grafiknya tidak lebih tinggi dari tahun sebelumnya,".***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www