Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
8 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
8 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
4
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
11 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
5
Memutus Rantai Penyebaran, Pedagang dan Pembeli di Pasar Pusat Padang Panjang Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan
Ekonomi
24 jam yang lalu
Memutus Rantai Penyebaran, Pedagang dan Pembeli di Pasar Pusat Padang Panjang Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan
6
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Kesehatan
8 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ditantang Buka Data di KPU oleh TKN, BPN Mengaku Siap di Forum Mana Pun

Ditantang Buka Data di KPU oleh TKN, BPN Mengaku Siap di Forum Mana Pun
Anggota Dewan Pengarah BPN Fadli Zon. (Istimewa)
Jum'at, 17 Mei 2019 18:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah BPN Fadli Zon, mengaku siap menerima tantangan pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf soal data C1.

Dalam data C1 sementara BPN, paslon Prabowo-Sandi diklaim memenangkan Pilpres 2019 dengan perolehan 54 persen.

"Silakan saja, itu kemarin dari BPN yang bagian IT-nya sudah (membuka data C1 sebagian), bahkan mengundang untuk mendebat itu," kata Fadli Zon di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/5).

Menurut Fadli, BPN juga siap membuka data tersebut di pleno KPU. Tak hanya itu, menurut Fadli, data yang mereka miliki juga akan dibuka di forum mana pun untuk diadu dengan data C1 milik TKN.

"Saya kira bisa saja (kita adu data C1). Jangankan di pleno KPU, di forum manapun saya kira juga sudah dibuka, ya. Tapi nanti diserahkan saja itu kepada BPN untuk melihatnya," imbuhnya.

Sebelumnya, jubir TKN Arya Sinulingga. Arya menantang BPN untuk membuka data C1 mereka yang diklaim asli, serta pembuktian adanya kecurangan di Pilpres 2019.

"Sekarang kita tantang, kalau benar 02 punya C1 asli dan mengatakan ada kecurangan, kami tantang di KPU. Ikut pleno KPU, tantang di pleno, berani nggak? Kalau tidak berani, berarti data mereka bodong," ujar Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

TKN Jokowi-Ma'ruf juga menyebut, BPN Prabowo-Sandiaga sebagai pengecut jika tak mau membeberkan data C1 Plano yang mereka himpun. TKN menantang BPN untuk buka data di pleno rekapitulasi KPU.

"Mereka pengecut, nggak berani adu data, 02 pengecut. Kalau berani datang dong adu data di Pleno KPU, berani nggak?" ujarnya.

Arya mengatakan, jika data kemenangan Prabowo-Sandi benar adanya, pihak 02 pasti bersedia membuka data pada rapat pleno KPU. Menurutnya, BPN hanya melakukan manipulasi agar rakyat percaya bahwa KPU telah melakukan kecurangan.

"Kalau kamu (BPN) berani, punya data, kamu akan berani bawa ke KPU dan buktikan kecurangan, itu kalau ada. Kalau nggak berani, koar-koar di luar, Anda hanya manipulasi. Manipulasi terus untuk rakyat, supaya percaya, padahal yang sebenarnya adalah mahkluk-mahkluk pengecut. Kalau berani adu data di KPU," tegas Arya.

Lebih lanjut, Arya mengimbau pendukung Prabowo-Sandi agar tidak melakukan tindakan inkonstitusional karena pernyataan pemilu curang tidak berdasar. Menurutnya, BPN berupaya memanipulasi rakyat.

"Jangan mau dimanipulasi karena mereka tak punya data, kalau punya, ayo adu di KPU. Jangan mau rakyat jadi korban, ayo rakyat jangan mau dimanipulasi, dibohong-bohongin sama mahkluk-mahkluk nggak jelas," kata dia.***


Loading...
www www