Loading...    
           

TNI AL Launching Kapal Angkut Tank di Lampung

TNI AL Launching Kapal Angkut Tank di Lampung
Kamis, 16 Mei 2019 17:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution

LAMPUNG -  TNI Angkatan Laut meluncurkan (launching) Kapal Angkut Tank (AT)-5 yang dipimpin oleh Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Waaslog Kasal) Laksamana Pertama TNI Sudarmoko mewakili Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Moelyanto di Galangan PT. Daya Radar Utama (DRU), Lampung, Rabu (15/5/2019).

Launching ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Waaslog Kasal, selanjutnya Kapal (AT)-5 turun menggunakan airbag balloons dengan diiringi mars TNI AL ”Jalesveva Jayamahe”.

Kapal angkut tank ini merupakan kapal jenis angkut tank ketiga yang telah dibangun oleh PT. DRU, sebelumnya telah diluncurkan Kapal Angkut Tank (AT)-3 KRI Teluk Bintuni-520 dan (AT)-4 KRI Teluk Lada-521 yang saat ini telah memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut.

Dalam proses pembangunan kapal, dilaksanakan rangkaian seremonial pembangunan kapal perang meliputi first steel cutting, keel laying, shipnaming- launching, commissioning, delivery and receiving dan terakhir adalah pengukuhan nama KRI. Saat ini kapal (AT)-5 telah sampai pada tahap launching, selanjutnya kapal (AT)-5 ini akan melaksanakan shipnaming yang akan diresmikan oleh Ibu Kasal selaku “Ibu Kandung KRI” rencananya pada tanggal 27 Mei 2019 mendatang.

Direktur Utama PT. DRU Amir Gunawan mengatakan bahwa, Kapal (AT)-5 ini adalah hasil dari sinergi antara PT. DRU dengan industri nasional di antaranya PT. Krakatau Steel, PT. Pindad, PT. LEN, PT. BNI dan industri pendukung lainnya dan juga oleh Biro klasifikasi, Lloyd Register of Shipping sebagai pengawas pembangunan kapal ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya dan besar harapan kami untuk berikutnya masih diberikan kesempatan untuk membangun kapal perang jenis lainnya”, katanya.

Sementara Aslog Kasal dalam sambutan yang dibacakan Waaslog Kasal mengatakan bahwa, secara teknis launching ini ditujukan untuk mengetahui stabilitas kapal dan ke kedapan badan kapal terhadap kemungkinan risiko kebocoran, selanjutnya dalam proses finishing pada pembangunan kapal tersebut dinyatakan bahwa kapal telah siap untuk diberi tugas atau misi peperangan amfibi yang disertai dengan embarkasi debarkasi pasukan menggunakan kendaraan tempur amfibi. Setelah seluruh lingkup pekerjaan terkait dengan pembangunan kapal ini selesai, maka nantinya akan dilaksanakan delivery ditandai dengan peresmian kapal menjadi Kapal Perang Republik Indonesia dan Pengukuhan Komandan KRI.

“Pembangunan Kapal Angkut Tank tentunya memiliki makna yang sangat strategis pada profesionalisme TNI Angkatan Laut. Keberadaan Kapal Angkut Tank dapat dijadikan sebagai momentum bagi Prajurit TNI Angkatan Laut dalam mendalami ilmu peperangan amfibi, pergeseran pasukan menggunakan kendaraan dan material tempur serta kegiatan sosial seperti pengiriman bantuan bencana alam ke pulau-pulau yang tertimpa bencana”, ungkap Aslog Kasal.

Menurut Aslog Kasal pembangunan kapal ini juga merupakan manifestasi penting dari kebijakan dasar pembangunan TNI Angkatan Laut menuju Minimum Essential Force (MEF) dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Prajurit TNI Angkatan Laut sebagai Prajurit Laut yang bermoral, profesional, handal dan disegani.

Kapal Angkut Tank (AT)-5 sendiri memiliki panjang keseluruhan 120 m, dengan panjang garis air 111, 89 mm dan lebar 18 m serta tinggi 7,8 m, kecepatan maksimum 16 knot, dengan kecepatan jelajah 15 knot dan kecepatan ekonomis (patroli) 14 knot. Selain itu juga memiliki kapasitas muat Tank yakni 10 unit Leopard/ 14 unit BMP-3F dan memiliki 1 unit Helicopter serta dapat mengangkut sebanyak 478 Personel.

Dalam rangkaian kegiatan shipnaming kapal nantinya direncanakan bersama dengan Kapal (AT)-6 dan Kapal (AT)-7. Kapal (AT)-5 akan diberi nama Teluk Youtefa-522, Kapal (AT)-6 akan diberi nama Teluk Palu-523 dan Kapal (AT)-7 akan diberi nama Teluk Calang-524. ***

Kategori:GoNews Group, Umum

Loading...
wwwwww