Pengusaha Bus Tidak Setuju Kebijakan Jalur Searah di Tol Trans Jawa saat Mudik

Pengusaha Bus Tidak Setuju Kebijakan Jalur Searah di Tol Trans Jawa saat Mudik
Ilustrasi Bus Sinar Jaya. (dok.GoNews.co)
Senin, 13 Mei 2019 20:54 WIB
JAKARTA - Untuk mengurai kemacetan lalu lintas saat mudik, pemerintah berencana membuka Tol Trans Jawa secara searah (one way), mulai dari Km 29 Km 262 di Brebes. Kebijakan jalur satu arah ini dijadwalkan pada tanggal 31 Mei, 1 Juni, dan 2 Juni 2019.

Meski tujuannya untuk memperlancar arus kendaraan menuju Jawa Tengah, para pelaku bisnis, khususnya dari Perusahaan Otobus menilai rencana ini akan merugikan dunia usaha. Menurut Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) kebijakan one way ini akan populer di kalangan para pemudik, tetapi mengabaikan situasi dan kondisi pelaku usaha.

"Kebijakan pemberlakuan satu arah untuk pemudik di H-6 lebaran yakni mulai 31 Mei hingga 2 Juni berpotensi menghambat angkutan bus masuk ke Jakarta. Padahal di saat yang sama pemerintah memperkirakan hari-hari itu adalah puncak arus mudik.

Membuat Tol Trans Jawa searah hingga 223 Km seperti diungkapkan Badan Pengatur Jalan Tol, akan membuat penumpang bus harus menunggu bus mereka menuju kampung halamannya," tulis IPOMI dalam keterangan resminya, kepada detikcom, Senin (13/5/2019).

IPOMI menilai kebijakan ini kurang menguntungkan bagi pelaku usaha transportasi bus, karena akan membuat bus yang menuju Jakarta akan terhambat dan terlambat datang.

"Ini akan membuat angkutan bus menjadi tidak kompetitif. Sedangkan di beberapa titik, penyebab kemacetan sendiri tidak pernah diselesaikan secara tuntas. Padahal akar masalah kemacetan adalah karena volume kendaraan yang tinggi, dan bagaimana mengurangi volume kendaraan pribadi yang tinggi sampai saat ini belum terlihat nyata," lanjutnya.

"Pelanggaran pengendara yang kerap memarkirkan kendaraannya di sembarangan tempat dan membuat kemacetan juga tidak pernah diganjar tilang sesuai dengan peraturan yang berlaku, tidak ada efek jera, yang ada pembiaran dan kejadian ini terus berulang dengan alasan, kondisi mudik lebaran," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Ekonomi, Pemerintahan

wwwwww