Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
10 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
24 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
7 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
11 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
22 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
6
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
22 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Kasus Dana Hibah Kemenpora

Hamidy Dituntut Hukuman Empat Tahun, Johny E Awuy Kebagian Dua Tahun

Hamidy Dituntut Hukuman Empat Tahun, Johny E Awuy Kebagian Dua Tahun
Ending Fuad Hamidy dan Johny E Awuy dalam sidang. (Ist)
Kamis, 09 Mei 2019 21:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Terdakwa Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (Sekjen KONI) Ending Fuad Hamidy dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada KONI Pusat dituntut hukuman empat tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ending diyakini melakukan suap kepada pejabat Kemenpora.

"Terdakwa Ending Fuad Hamidy dinyatakan bersalah melakukan tidak pidana korupsi, menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Jaksa Ronald Worotikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Selain Sekjen KONI, Bendahara KONI Pusat Johny E Awuy juga turut dituntut hukuman penjara. Johny yang diyakini melakukan dugaan tindak pidana korupsi secara bersama-bersama dalam perkara suap tersebut dituntut hukuman dua tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun serta pidana denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Jaksa Ronald.

Adapun hal yang memberatkan Ending dan Jhony adalah keduanya tidak mendukung pemerintah yang sedang giat-giatnya melakukan pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang dinilai meringankan adalah keduanya berperilaku sopan selama persidangan dan belum pernah terjerat perkara hukum.

"Terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum dan mempunyai tanggungan dalam keluarga," kata Ronald.

Jaksa meyakini, Ending Fuad Hamidy dan Jhony E Awuy terbukti memberi suap kepada Deputi IV Kemenpora, Mulyana. Suap yang diberikan berupa uang Rp 400 juta, 1 unit mobil Toyota Fortuner VRZ TRD, dan 1 unit ponsel Samsung Galaxy Note 9.

Pemberian tersebut dilakukan agar Mulyana dapat memuluskan pencairan dana hibah melalui proposal kepada Kemenpora RI. Proposal itu terkait program peningkatan prestasi olahraga pada ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018 sebesar Rp 51,52 miliar.

Keduanya dituntut melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP. ***

Kategori : GoNews Group, Hukum

Loading...
www www