Loading...    
           
Jelang SEA Games Philipina 2019

KOI Bentuk Tim Verifikasi Seleksi Atlet

KOI Bentuk Tim Verifikasi Seleksi Atlet
Komisi Sport Development KOI, Harry Warganegara
Senin, 06 Mei 2019 18:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Setelah sukses menembus peringkat keempat pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sepakat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak lagi menjadikan ajang SEA Games sebagai sasaran utama. Ke depan, Indonesia akan lebih memprioritaskan membidik prestasi di ajang Asian Games dan Olimpic Games. 

"KOI sepakat dengan Kemenpora dengan tidak lagi menjadikan SEA Games sebagai sasaran utama. Sebab, SEA Games itu lebih banyak mempertandingkan cabang olahraga yang menguntungkan tuan rumah penyelenggara pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara tersebut. Yang menjadi prioritas, katanya, Asian Games dan Olimpic Games yang lebih bergengsi dimana persaingan cukup ketat," kata Komisi Sport Development KOI, Harry Warganegara yang ditemui saat menerima kunjungan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Lantai 19 Gedung FX Senayan Jakarta, Selasa, 30 April 2019. 

Khusus untuk SEA Games Philipina 2019, kata Harry, KOI telah membentuk Tim Verifikasi yang akan bersama-sama Kemenpora dan induk-induk organisasi (PB/PP) untuk melakukan seleksi mengingat adanya keinginan Kemenpora yang lebih mengutamakan atlet berpeluang meraih medali emas diterjunkan di Manila,  Philipina. "Tim Verifikasi KOI akan bersama-sama PB/PP dan Kemenpora akan menyeleksi seluruh atlet yang diusulkan untuk menetapkan atlet berpeluang meraih emas. Hasil verifikasi itulah yang menempatkan kelompok atlet berpeluang meraih emas, perak dan perunggu. Soal siapa saja yang diberangkatkan semua keputusan ada pada Kemenpora," jelasnya. 

Apakah pembentukan Tim Verifikasi yang dilakukan KOI itu tidak melanggar aturan? "Ya, tidak melanggar aturan. Tugas dan fungsi KOI itu memang membantu pemerintah dalam menentukan atlet yang berhak tampil di multi event," jawabnya. 

Berbicara masalah Olimpiade Tokyo 2020, Harry menyebutkan minimal sudah tercatat lima cabang olahraga yang berpeluang lolos. Yakni, bulutangkis, angkat besi, panahan, panjat tebing dan balap sepeda. "Sampai saat ini baru lima cabor yang berpeluang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Ini menjadi tantangan ke depan dalam upaya lebih meningkatkan prestasi olahraga Indonesia," katanya. 

Sementara itu, Plt Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima mengatakan, pihak KOI sudah melakukan pertemuang dengan PB/PP. 

Dari hasil pertemuan itu, katanya, KOI telah mendata ada 35 cabor yang mengikuti SEA Games Philipina 2019 untuk disampaikan kepada Kemenpora.  

"Sebanyak 35 cabor itu akan diusulkan kepada Kemenpora. Penentuan berapa jumlah atlet dan cabor yang akan memperkuat Kontingen Indonesia di SEA Games Philipina 2019 ditentukan dari hasil evaluasi yang akan dilakukan Tim Verifikasi KOI, PB/PP dan Kemenpora," katanya. 

Daftar Cabor : 1. Atletik, 2. Akuatik, 3. Panahan, 4. Bulutangkis, 5. Bola Basket, 6. Biliar and Snooker, 7. Boling, 8. Tinju, 9. Dayung (Kayak/Canoe/Rowing), 10. Balap Sepeda, 11. Sepakbola, 12. Golf, 13. Senam, 14. Hoki Indoor, 15. Ice Skating, 16. Judo, 17. Karate, 18. Pencak Silat, 19. Sepak Takraw, 20. Menembak, 21. Taekwondo, 22. Tenis, 23. Bola Voli, 24. Angkat Besi, 25. Wushu, 26. Soft Tenis, 27. Kurash, 28. Catur, 29. Surfing, 30. Baseball dan Sofbol, 31. Modern Pentathlon, 32. Sailing/Windsurfing, 33. Angkat Berat, 34. Lawnballs/Pentaque, 35. E-Sports. ***


Loading...
wwwwww