Home > Berita > Umum

Warga Riau 'Ogah Pilih' jadi Wakil di Senayan, Kapitra Ampera Berharap Jadi Jaksa Agung

Warga Riau Ogah Pilih jadi Wakil di Senayan, Kapitra Ampera Berharap Jadi Jaksa Agung
Rabu, 01 Mei 2019 08:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dari hasil Pileg 2019 di Riau, suara PDIP di situs KPU terlihat tidak begitu menggembirakan. Posisi partai berlogo mocong putih tersebut, semantara ini jauh di bawah PAN, PKS, Gerindra dan Golkar.

Dengan posisi tersebut, tentu juga berimbas ke para Caleg dari PDIP. Salah satunya adalah Kapitra Ampera. Ia bahkan mengaku pesimis untuk bisa duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Seakan kekalahanya ini menandakan bahwa masyarakat Riau enggan atau ogah diwakili Kapitra di Senayan.

Namun menurut Kapitra, kalahnya ia dalam Pileg 2019, tak membuat ia patah arang, ia justru mengaku berharap tetap bisa duduk di kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Bahkan ia punya harapan tersendiri kepada Presiden Jokowi. Di tengah masa hitung-hitungan hasil pemilu, secara terbuka Kapitra menyampaikan harapan dapat dipilih menjadi Jaksa Agung.

"Saya kan sudah jungkir balik, berdarah-darah. Saya berharap kepada Pak Jokowi untuk bisa diberi kesempatan. Kalau sesuai dengan bidang saya itu, ya, Jaksa Agung," ujar Kapitra kepada wartawan, Selasa (30/4/2019).

Kapitra menyatakan, dari jenjang sarjana sampai strata tiga, dia konsisten menempuh bidang hukum. Dia juga mengatakan sudah cukup berpengalaman sebagai praktisi hukum, khususnya sebagai advokat.

"Sesuai dengan bidang saya, ya, kalau boleh ya Jaksa Agung," kata Kapitra.

Kapitra menyatakan dia kehilangan banyak teman dan relasi gara-gara pindah haluan mendukung Jokowi. Seperti diketahui, pria yang juga pernah menjadi pengacara Habib Rizieq Syihab ini sebelumnya berada di kubu oposisi.

"Saya kehilangan banyak teman. Pengorbanan saya sudah cukup banyak. Rumah sampai dimolotov dan sebagainya," kata Kapitra.

Khusus untuk pencalegannya, Kapitra menyatakan dia menjadi korban kecurangan, baik di lingkup internal maupun faktor eksternal. Kapitra menyebutkan, selama masa kampanye ini, dia sudah berusaha maksimal. Dia turun dari satu desa ke desa lain. Dapil 2 Riau ini terdiri dari Kabupaten Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), dan Kuansing.

"Awalnya perhitungan suara saya mencapai 280 ribu. Karena ada kecurangan ya sekarang adalah antara 70 ribu sampai 80 ribu suara," kata Kapitra.

Sementara dua caleg PDIP lainnya, Budiman Sudjatmiko dan Eva Kusuma Sundari juga tidak lolos menjadi anggota DPR dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Budi tercatat berada di ‘Dapil Neraka’ yakni Dapil Jawa Timur 7 yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Disebut Dapil Neraka karena calonnya ramai diisi oleh tokoh ternama.

“Kalah yo tetep kalah wae," tulis Budi di Twitter-nya, @budimandjatmiko, MInggu (28/4).

Sedangkan Eva Kusuma Sundari tercatat di Dapil Jawa Timur 6 yang meliputi Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri,Tulungagung, Kota Blitar, dan Kota Kediri. Dirinya sudah mendeklarasikan kegagalannya, meski rekapitulasi suara masih berjalan. "Aku gagal (ke Senayan)," ujarnya singkat, Senin (29/4).***


wwwwww