Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
2
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
3
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
4
Bidan Desa Sukarela di Sumbar Mengaku Diancam Jika tak Kembalikan BLT
Dharmasraya
20 jam yang lalu
Bidan Desa Sukarela di Sumbar Mengaku Diancam Jika tak Kembalikan BLT
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Gugus Tugas Covid-19 Pasaman Barat Tracing 32 Pegawai dan Tahanan Lapas
Pasaman Barat
20 jam yang lalu
Gugus Tugas Covid-19 Pasaman Barat Tracing 32 Pegawai dan Tahanan Lapas
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Seorang Pengawas TPS di Bukittinggi Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Seorang Pengawas TPS di Bukittinggi Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung
Suasana di rumah duka, Minggu (28/04/2019) malam. (foto: KLIKPOSITIF/Haswandi)
Senin, 29 April 2019 11:11 WIB
BUKITTINGGI - Seorang pengawas TPS di kawasan Tarok Dipo, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) bernama Arif (33) meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIB, Sabtu 28 April 2019. Arif meninggal dunia, diduga karena serangan jantung.

"Diduga meninggal karena serangan jantung. Setahun yang lalu Arif juga pernah masuk rumah sakit karena serangan jantung," ujar Hamzah, kakak kandung Arif, ketika ditemui awak media di rumah duka Jalan Sumurapak Bukittinggi, Sabtu malam seperti dilansir KlikPositif.com.

Menurut Hamzah, saat kejadian Arif mengalami serangan jantung ketika berada di rumah. Selanjutnya Arif dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Di rumah sakit denyut nadinya masih ada. Tapi setelah setengah jam kemudian, Arif sudah dinyatakan meninggal dunia," jelas Hamzah.

Meski Arif merupakan salah seorang pengawas TPS, namun Hamzah tidak bisa memastikan apakah serangan jantung tersebut terkait dengan tugas selama Pemilu 2019 atau tidak.

Rencananya, Arif akan dikebumikan pada Senin 29 April 2019 pagi ini di tempat pemakaman keluarga. ***

Editor : arie rh
Sumber : klikpositif.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Bukittinggi

Loading...
www www