Pemilu 2019 Karut Marut, Effendi Simbolon: Yang Salah Kami di Senayan

Pemilu 2019 Karut Marut, Effendi Simbolon: Yang Salah Kami di Senayan
Sabtu, 27 April 2019 13:03 WIB
JAKARTA – Proses pemilihan umum 2019 memunculkan protes karena dugaan banyak kecurangan masif hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS yang meninggal akibat kelelahan menyelenggarakan pemungutan dan penghitungan suara.

Politikus PDIP, Effendi Simbolon, mengatakan karut marut penyelenggaraan pemilu terkait dengan undang-undang yang dibuat di DPR. Maka itu, dia secara pribadi yang juga merupakan anggota DPR RI mengaku ikut bertanggung jawab atas karut marut Pemilu 2019.

"Kita juga harus jujur ke bangsa Indonesia ini sebenarnya. Rakyat jangan jadi ikutan terbeban seperti sekarang, yang salah itu kami yang di Senayan. Di MK sana, kemudian di pemerintah yang membuat Undang-Undang pelaksanaannya tetapi belum ada yang declare bahwa ini kita yang bertanggungjawab," kata Effendi dalam diskusi di d'Consulate' Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 27 April 2019.

Effendi mengaku bertanggung jawab atas proses penyelenggaraan pemilu 2019. Dia mengatakan, jangan sampai terulang rakyat yang menjadi terbebani akibat keputusan yang dibuat oleh pembuat undang-undang.

"Saya turut bertanggung jawab atas kekisruhan carut-marut masalah ini. Enggak apa-apa ini pertanggungjawaban pribadi saya sebagai politisi yang penting saya secara pribadi secara jujur mengatakan ini sejak awal saja kita tidak pernah jujur. Kita bohong kita meletakkan undang-undang yang memang sulit sekali dilaksanakan oleh KPU," ujarnya

Data KPU hingga per Kamis 25 April 2019, sebanyak 225 orang anggota KPPS meninggal dunia diduga akibat kelelahan dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan pemungutan dan penghitungan suara. Selain itu, terdapat juga 1.470 orang yang sakit dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019 ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:viva.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

GoSumbar.com Pakar: Yang Lebih Deg-degan Nunggu Hasil Putusan MK Itu Ya KPU, Bukan Prabowo Atau Jokowi
GoSumbar.com KPU Kesulitan Hadirkan Saksi Alasan Tiket Mahal, Praktisi: Angkutan Banyak, Lewat Virtual Juga Bisa
GoSumbar.com KPU Alasan Susah Dapat Tiket Pesawat, Netizen Anggap Arief Budiman sedang Melawak
GoSumbar.com Kapolri Belum Tahu Siapa Penembak Sembilan Warga saat Aksi 22 Mei 2019
GoSumbar.com Jawab Sentilan Max Sopacua, Rachlan Nashidik: Apa Bagus Umbar Celana Dalam Partai ke Orang Lain?
GoSumbar.com Dianggap Bikin Onar, Ferdinan, Andi Arief dan Rachlan Nashidik Disentil Senior Demokrat
GoSumbar.com Fraksi Golkar Pertanyakan Pembangunan RSUD Bukittinggi yang Molor, Gerindra Minta Evaluasi Penggunaan Kartu Brizzi
GoSumbar.com BPN: Kader Parpol yang Ancam Keluar Koalisi Jangan Hanya Gertak di Medsos
GoSumbar.com Politikus Senior Berkumpul, Max Sopacua Tunjukkan Logo Gerakan Moral Penyelamat Demokrat
GoSumbar.com Bahas Sikap Soal Nasib Koalisi 02, Politikus Senior Demokrat Berkumpul
GoSumbar.com Tak Kunjung Selesai, Komisi VII DPR Didesak Segera Bahas Revisi UU Ketenaganukliran
GoSumbar.com DPR Dukung Rencana Pemerintah yang Mewajibkan Setiap Guru Mengajar ke Daerah Terluar
GoSumbar.com Minta Pendukung Tak Datang ke MK, Sandiaga: Berdoa Saja di Rumah dan Percayakan Pada Tim Hukum
GoSumbar.com Jelang Sidang MK, Masyarakat Betawi Tolak Rusuh
GoSumbar.com Wah... Ternyata KPU Sejak Awal Sudah Tahu Maruf Amin Punya Jabatan di Dua Bank
GoSumbar.com Polri Sebut Pemasok Uang ke Kivlan Zen buat Beli Senpi adalah Politikus PPP Inisial HM
GoSumbar.com Maruf Amin Tak Membantah, Jika Dirinya Masih Jabat Dewan Pengawas Syariah Dua Bank BUMN
GoSumbar.com Refly Harun: Jika Benar Maruf Amin Komisaris BUMN, Bisa Didiskualifikasi
wwwwww