Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
13 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
3
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Hukum
20 jam yang lalu
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
4
Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Dunia, Nelayan Indonesia Harus jadi Profesi yang Menjanjikan
Politik
20 jam yang lalu
Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Dunia, Nelayan Indonesia Harus jadi Profesi yang Menjanjikan
5
Aneksasi Tepi Barat Palestina, PKS: Ini Kejahatan Perang yang Nyata
Internasional
20 jam yang lalu
Aneksasi Tepi Barat Palestina, PKS: Ini Kejahatan Perang yang Nyata
6
Tokoh Muda Kampar Ini Sukses Berkarier di Kejari Tanjung Jabung Jambi
Peristiwa
20 jam yang lalu
Tokoh Muda Kampar Ini Sukses Berkarier di Kejari Tanjung Jabung Jambi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ma'ruf Amin 'Ngebet' Pingin Ketemu Prabowo-Sandi dan Ormas Islam

Maruf Amin Ngebet Pingin Ketemu Prabowo-Sandi dan Ormas Islam
Selasa, 23 April 2019 15:53 WIB
JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengungkapkan keinginannya menemui Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. Namun menurut Ma'ruf, pertemuan itu masih menunggu negosiasi rencana waktu.

"Ya lagi kita tunggu negosiasinya gimana nanti gitu ya. Belum (ada kepastian), belum. Kita tunggu waktu aja," kata Ma'ruf di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (23/4).

Dia pun menuturkan rencana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan yang diutus Capres nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) menemui Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Ma'ruf mengatakan, pertemuan tersebut bagus untuk dilakukan guna menjaga kedamaian.

"Ya bagus itu, supaya mencairkan kan, jangan sampai ada kesan bahwa ada seperti permusuhan, padahal enggak ada. Jadi supaya rekonsiliasi juga," ujar dia.

"Pokoknya tidak boleh ada ketegangan lah di negara ini harus kita dinginkan. Dan semuanya kita ikut aturan aja, kita tunggu sampai KPU selesai menghitung real countnya," imbuh Ma'ruf.

Ma'ruf menambahkan, selain rencana pertemuan antara pihak paslon 01 dengan paslon 02, silaturahmi antar organisasi masyarakat (ormas) Islam juga perlu dilakukan. Sebab, ia tidak ingin terjadi perpecahan di kalangan masyarakat Indonesia setelah Pemilu 2019.

"Mungkin di kalangan ormas Islam juga akan ada semacam silaturahim juga, tokoh-tokoh juga akan ada, ormas-ormas Islam InsyaAllah ada silaturahim," tukasnya.

Seperti diketahui, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin, berniat bertemu dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno. Hal ini sebagai bentuk rekonsiliasi yang dilakukan pihaknya pasca Pilpres 2019.

"Nanti, lagi diupayakan ya," ucap Ma'ruf usai bersilahturahmi di kantor PBNU, Jakarta, Senin (22/4).

Saat ditegaskan apakah bertemu dalam waktu dekat, dia hanya memastikan rekonsiliasi harus berjalan. "Pasti-pasti. Pastilah pasti. Kita harus rekonsiliasi," jawab Ma'ruf.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus berupaya melakukan rekonsiliasi. Agar semua pihak terus menjaga keutuhan bangsa.

"Perlu kita ada upaya rekonsiliasi mengutuhkan kembali. Sebab keutuhan bangsa harus kita utamakan, daripada kepentingan-kepentingan kelompok dan pihak pihak tertentu. Karena negara bangsa ini harus kita nomor satukan, kita jaga keutuhannya," ungkap Ma'ruf.

Dia mengingatkan, bahwa Pilpres ini bukan perang, tapi memilih pemimpin nasional yang terbaik, dimana semuanya diserahkan kepada rakyat. Karenanya, semua pihak harus menerima pilihan rakyat itu dan kepada lembaga yang diberikan mandat untuk mengumumkan hasil Pilpres.

"Karena itu, masalah siapa yang menang, siapa yang kalah itu nanti KPU yang menentukan. Tapi yang penting kita semua siap menerima hasil itu, seperti janji waktu awal, bahwa kita siap untuk menerima apapun hasilnya. Maka untuk itu perlu ada kesadaran itu," tegas Ma'ruf.

Dia pun mengingatkan, rekonsiliasi harus segera dilakukan, seperti Pilpres yang sudah-sudah dijalankan.

"Seperti Pemilu, Pilpres yang lalu, setelah selesai itu kita tetap utuh kembali, menyatu kembali dan melakukan rekonsiliasi," pungkasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Lputan6.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www