Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
8 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
2
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
24 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
3
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
4
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
2 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
5
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Politik
19 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
6
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
GoNews Group
10 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Sepakbola Piala Presiden 2019

Deretan Pekerjaan Rumah Persebaya Harus Dituntaskan

Deretan Pekerjaan Rumah Persebaya Harus Dituntaskan
Minggu, 14 April 2019 00:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANGTampil superior sejak awal turnamen, Persebaya Surabaya justru takluk pada laga terakhir kontra Arema FC dengan skor 0-2 pada final kedua Turnamen Sepakbola Piala Presiden 2019, Jumat (12/4/2019) malam.

Pada leg pertama, Singo Edan--julukan Arema--berhasil menahan imbang Persebaya di Surabaya dengan skor 2-2.

Pelatih Persebaya, Djajang Nurdjaman mengungkapkan deretan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jelang bergulirnya Liga 1 Indonesia 2019.

Salah satunya adalah penyelesaian akhir Amido Balde dan kawan-kawan yang belum konsisten.

"Satu penyesalan buat kami, tidak bisa menampilkan permainan yang terbaik walaupun sebetulnya pertandingan bisa dikatakan cukup berimbang. Kami di awal laga banyak menciptakan peluang sampai empat barangkali tetapi tidak ada yang menjadi gol," kata pria yang akrab disapa Djanur tersebut.

"Barangkali ketenangan karena ada peluang cukup terbuka kemudian juga ada hal-hal (lain) yang perlu diperbaiki. Kurang percaya sama orang lain dan memaksakan diri itu semua yang perlu diperbaiki. Padahal sudah dibuat sedemikian rupa peluang itu dan cukup bagus tetapi penyelesaian akhir itu yang masih gagal sehingga kami mencatat itu semua untuk diperbaiki ke depan," sambungnya

Selain itu, dirinya juga menyoroti kesalahan elementer yang dilakukan dua penjaga gawangnya, Miswar Saputra dan Abdul Rohim. Pria asal Majalengka, Jawa Barat itu tak habis pikir dengan blunder yang dilakukan keduanya.

"Kemarin (leg pertama) Miswar bikin kesalahan fatal sekarang (leg kedua) Rohim itu artinya memang butuh (jam terbang) ataukah grogi main di tim besar seperti Persebaya? Mungkin seperti itu. Itu juga saya pikir harus diperbaiki, mental-mental pemain kami ini," tegasnya.

"Itu akan menjadi konsentrasi untuk memulai langkah ke depan. Bukan hanya dua gol, tetapi empat gol Arema yang diciptakan di Surabaya dan hari ini (Malang). Empat-empatnya jelas kesalahan fatal itu artinya kita masih butuh memperbaiki soal konsentrasi dan kesalahan individual dalam sisa waktu yang ada untuk kick off Liga 1 2019," ucap Djanur. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www