Reaksi Prabowo Usap Air Mata Diberi Minyak Wangi Ustadz Abdul Somad


Kamis, 11 April 2019 18:54 WIB

JAKARTA - TV One menyiarkan siaran langsung eksklusif wawancara Ustadz Abdul Somad dengan calon presiden 02 Prabowo Subianto.

Di akhir video, Ustadz Abdul Somad mengoleskan minyak wangi ke tangan kanan Prabowo dan juga memberikan tasbih untuk Prabowo.

Prabowo dengan haru menerima pemberian itu. Ia bahkan berkali-kali terlihat mengusap matanya yang berkaca-kaca.

"Saya bukan orang kaya jadi tidak bisa memberikan sesuatu. Saya berikan minyak wangi kesayangan saya supaya bapak menebarkan keharuman. Yang kedua tasbih kesayangan saya batu Nazwal," kata UAS.

Dalam tayangan ekslusif TvOne tersebut, Capres 02 Prabowo Subianto juga sempat menanyakan apa gerangan yang membuat Ustadz Abdul Somad ingin menyampaikan pesan dari para ulama untuknya.

Diakui UAS, nama Prabowo diketahui muncul setelah adanya Ijtima Ulama beberapa waktu lalu.

Dimana UAS setiap berkeliling untuk tausiyah selalu mendengar nama Prabowo.

Meski mendengar nama Prabowo, dirinya tetap bersikukuh tidak ingin tergoda.

"Berkali-kali saya selalu mengatakan akan ikut ijtima ulama. Dan ijitima ulama menjatuhkan pilihan pada bapak, setiap saya keliling-keliling, umat selalu sebut nama Prabowo, PAS, tapi saya tetap (netral)," ungkapnya.

UAS lalu bercerita soal pengalamannya berceramah di berbagai daerah. Kata UAS, jemaah kerap menunjukkan salam dua jari. 

"Saya susah kadang saat ceramah ini, 'mari kita dengar tausiah dari Almukarrom Abdul Somad', begitu saya naik, semua orang (simbol dua jari) ustaz, saya bilang, kalian kan punya jari 10, kenapa yang diangkat cuma dua? Saya ucapkan itu untuk netralisir, karena ini kan ada Panwaslu-Bawaslu, saya tidak ingin tablig akbar itu jadi politis," kata UAS.

Prabowo juga meminta saran kepada UAS apa yang harus dilakukannya. UAS berpesan agar Prabowo tabah dan kuat serta menyerahkan kepada Allah. "Jihad paling besar adalah jihad menjadi pemimpin," kata UAS.

"Ada lagi pesan-pesan atau harapan-harapan perjuangan kita?" tanya Prabowo lagi.

Lagi-lagi UAS mengatakan sejak awal selalu mengikuti Ijtimak Ulama. Ijtimak Ulama menjatuhkan pilihan pada Prabowo. Lalu UAS juga mengamati dari jemaah di setiap ceramah.

"Kemudian keliling ke mana-kemana, umat, 'Prabowo Prabowo'. Tapi saya masih tetap karena mata kita kan kadang tertipu, kita di tepi sungai kita lihat ada tongkat bengkok, tapi kita tarik ternyata lurus, mata menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu oleh Pak Prabowo. Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer, tapi mata batinnya bersih," papar UAS.

UAS mengaku tidak bertanya soal pilihan kepada ulama tersebut dan membiarkan sang ulama membaca hatinya. Ulama yang tidak disebutkan namanya itu pun membisikkan nama Prabowo. "Saya tidak mau tanya, saya biarkan dia baca hati saya, ngerti nggak dia, dan ketika datang, saya dekatkan ke telinga, apa kata dia, 'saya bermimpi lima kali ketemu dia', saya tanya siapa, kata dia 'Prabowo'. Kalau mimpi satu kali bisa jadi dari setan. Tapi lima kali dia mimpi ketemu Bapak, sinyal," katanya.

Tidak berhenti di situ, UAS lalu ke ulama lainnya. Ulama kedua itu juga menyebut nama Prabowo. Begitu juga dengan ulama ketiga yang ditemui UAS.

"Jadi saya berpikir lama, ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita sama saya, tiap malam saya berpikir. Berarti harus disampaikan. Kalau tidak, ini seumur hidup akan jadi penyesalan, 'Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan'. Setelah pertemuan ini selesai, kuserahkan semuanya kepada Allah, apa yang terjadi sama saya saya serahkan ke Allah SWT, ya Allah yang penting sudah saya sampaikan, plong, malam ini saya bisa tidur lelap," ucapnya.

UAS juga punya dua pesan kepada Prabowo jika menjadi Presiden RI. Pertama, UAS meminta agar jangan diundang ke Istana.

"Kalau Bapak nanti memang duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan Bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan, karena saya dari sana. Saya orang kampung. Kedua, jangan Bapak beri saya jabatan apa pun," ucapnya.

UAS berharap dia tetap menjadi penceramah. "Ini anugerah besar, tapi juga ujian besar. Saya berharap Allah menolong Bapak dalam setiap gerak dan langkah," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunews.com
Kategori:Pemerintahan, Politik

wwwwww