Loading...    
           
Home > Berita > Agam

Bahas Budaya Minang Doeloe dan Kini, FACTA Gelar Diskusi Adat Hak Tradisional Minangkabau di Biaro Gadang Agam

Bahas Budaya Minang Doeloe dan Kini, FACTA Gelar Diskusi Adat Hak Tradisional Minangkabau di Biaro Gadang Agam
H. Asbir Latief Dt Rajo Mangkuto didampingi Moderator Asraferi Sabri dalam Diskusi Asat dengan tema Hak Tradisional Minangkabau yang digelar oleh FACTA di Aula Nagari Biaro Gadang, Ampek Angkek, Agam, Sabtu 16 Maret 2019.
Minggu, 17 Maret 2019 16:47 WIB
Penulis: Jontra
AGAM - Guna menguatkan peranan adat budaya Minangkabau di tengah kehidupan bermasyarakat, Forum Analisis Cinta Tanah Air (FACTA) menggelar Diskusi Adat dengan tema Hak Tradisional Minangkabau di Aula Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Agam dengan Narasumber H. Asbir Latief Dt Rajo Mangkuto dan Moderator Asraferi Sabri St Mangkuto, Sabtu 16 Maret 2019.

Dihadapan puluhan tokoh masyarakat yang menghadiri agenda diskusi publik ini, salah seorang Pakar Adat Minangkabau asal Simarasok, Baso, Agam yang telah berusia 85 Tahun dan telah mendokumentasikan buku - buku budaya Minangkabau, Asbir Latief Dt Rajo Mangkuto memaparkan, Hak Tradisional Minangkabau ini adalah komponen penting yang belum dipahami secara utuh oleh seluruh masyarakat Sumbar dan para generasi muda Minangkabau saat ini, ungkapnya.

Kita inginkan warisan adat dan budaya Minangkabau tidak tergerus dan punah ditelan derasnya arus globalisasi, kita mesti memberikan pengetahuan adat dan budaya Minangkabau itu sejak dini kepada generasi muda, baik itu melalui pelajaran resmi di sekolah - sekolah, maupun langsung diajarkan oleh masing - masing orang tua di rumah kepada anaknya, sebelum sang anak dilepas berbaur dengan masyarakat umum, ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Asbir Latief Dt Rajo Mangkuto, Kebudayaan Minangkabau sangatlah terkenal dengan adatnya yang kuat. Bahkan, Minangkabau merupakan salah satu budaya terkuat yang ada di Indonesia saat ini.

Alasan kenapa budaya Minangkabau menjadi salah satu adat yang terkuat di Indonesia adalah, karena sampai saat ini nilai-nilai adat istiadat tersebut masih tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya, namun jika kita tidak menjaga dan melestarikannya dari sekarang, budaya Minang yang kita cintai ini tentu hanya akan menjadi kenangan, dan sebagai cerita klasik turun temurun saja, ungkap Asbir.

Walaupun jika dilihat pada kenyataannya, nilai-nilai budaya tersebut hanya dipegang teguh oleh sedikit generasi muda Minangkabau saja. Bahkan, yang mengkhawatirkan beberapa dari mereka tidak mengetahui dan tidak berminat mempelajari adat istiadat Minang tersebut, ini tercermin dari prilaku anak muda saat ini di lingkungan kita masing- masing, jelasnya.

Sementara itu, Budayawan Sumatera Barat, Asraferi Sabri ST Mangkuto yang didaulat FACTA sebagai Moderator dalam Diskusi Adat ini juga menyebutkan, kegiatan Diskusi Adat seperti ini tidak terlalu banyak digelar di Sumbar, dan cendrung kurang diminati oleh masyarakat saat ini. Mungkin saja karena tema kegiatannya kurang menarik dan monoton atau alasan teknis lainnya.Tentu saja, fenomena sosial budaya ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan generasi muda sebagai pewaris budaya Minangkabau di masa yang akan datang, ucapnya.

"Orang Minang akan selalu kalah dan tertinggal jauh dari suku lain, karena abai dan tidak memahami dengan kekuatan Hak Tradisional Minangkabau,"ungkapnya.

Asraferi Sabri berharap pertemuan intens dalam membahas keseluruhan aspek budaya Minangkabau ini bisa berkesinambungan dilaksanakan diseluruh daerah di Sumatera Barat, dan tidak berkutat hanya sebatas diskusi semata, akan tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi dan referensi dalam suatu program bagi pihak yang berkompeten seperti, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, karena ini sebuah keniscayaan, elemen pemerintah harus ikut andil dan mengakomodasi berbagai masukan dari masyarakat. Karena kita tahu selama ini, kebudayaan belum menjadi haluan pembangunan nasional, ungkapnya.

Ketua Pelaksana agenda Diskusi Adat FACTA, Roni Edrianto Malin Mudo juga menyebutkan, begitu banyak hal yang dapat digali dan diinformasikan kepada orang Minangkabau terutama yang berada di kampung halaman, selain menjadi bekal bagi diri sendiri yang juga berguna untuk anak dan cucu dikemudian hari, kegiatan ini juga berguna sebagai acuan untuk melestarikan budaya Minangkabau, ucapnya.

“Kegiatan ini adalah suatu forum diskusi dan pembelajaran komunikasi dua arah yang khusus untuk mengangkat segala persoalan dan penjelasan tentang adat-istiadat Minangkabau yang asli menurut niniak mamak pemangku adat alam Minangkabau. Sementara itu, bentuk forumnya yaitu sesi pemberian materi adat dan sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar kurang lebih 2,5 jam, ”terangnya.

Diskusi Adat ini juga dihadiri oleh salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Agam, Syaflin, S.Hi, Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Wali Nagari, Tokoh Pemuda, Karang Taruna, serta Aktivis LSM LKRI Bukittinggi/Agam. (**)


Loading...
GoSumbar.com Galang Sumbangan di Masjid, Tiga Orang WNA Asal Pakistan Ini Ditahan di Keimigrasian Agam
GoSumbar.com Pohon Tumbang, Sebabkan Antrean Panjang di Jalan Raya Bukittinggi - Payakumbuh
GoSumbar.com SPBU Gaduik Agam Membara Dilalap Kobaran Api
GoSumbar.com Bejat! Dibawah Ancaman Kapak, Gadis Belia di Bukittinggi ini Dicabuli Rekannya
GoSumbar.com Tengah Beraksi di Bukit Ambacang, Pelaku Curanmor Ini Digerebek Tim Jatanras Polres Bukittinggi
GoSumbar.com Usai Penandatanganan NPHD dengan Pemko, Ini yang akan Dilakukan KPU Bukittinggi
GoSumbar.com Tim Jantanras Polres Bukittinggi Bekuk Dua Pelaku Curat 16 TKP di Padang Luar Agam
GoSumbar.com Peduli Korban Tragedi Wamena, Yayasan BMB Kumpulkan Donasi
GoSumbar.com Pencuri Kotak Amal di 8 Masjid Ini Diringkus Polisi, Hasil Curian Dibelikan Shabu
GoSumbar.com Hari Ini, Herman Sofyan dan Nur Hasra Dilantik Sebagai Pimpinan Definitif DPRD Bukittinggi
GoSumbar.com Sahabat Sang Inspirator Bayuaji Yudha Prajas Gelar Acara Perpisahan di Bukittinggi
GoSumbar.com Bawa Shabu, Pengendara Sepeda Motor Ini Diciduk Polisi di Jalan Raya Tanjung Alam Agam
GoSumbar.com Waspada! Sempat di Level Berbahaya pada Pagi Hari, Sore Ini Kualitas Udara di Sumbar Turun ke Kondisi Tidak Sehat
GoSumbar.com Lima Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pasca Penemuan Mayat Dalam Selokan Pengerjaan Proyek di Bukittinggi
GoSumbar.com Tanpa Perlawanan, Dua Pelaku Curanmor Ini Dibekuk Tim Jatanras Polres Bukittinggi
GoSumbar.com Nahas, Seorang Penggali Tanah Tewas Tertimbun Galian Pasir di Simarasok Agam
GoSumbar.com Ditinggal Bekerja ke Ladang, Rumah Warga di Balingka Agam Ini Ludes Dilalap Kobaran Api
GoSumbar.com KPU - RI Gelar Konsolidasi Regional Peningkatan Partisipasi Masyarakat Pemilu 2019 dan Pemilihan 2020 di Bukittinggi
wwwwww