Home > Berita > Agam

Ingatkan Bahaya Narkoba dan Narkolema, LKRI Prakarsai Sosialisasi bagi Generasi Muda di Tilkam

Ingatkan Bahaya Narkoba dan Narkolema, LKRI Prakarsai Sosialisasi bagi Generasi Muda di Tilkam
LKRI memprakarsai sosialisasi bahaya dampak Narkoba dan Narkolema bagi para pelajar di Aula MTSN 1, Tilatang Kamang, Agam, Sabtu 9 Maret 2019.
Sabtu, 09 Maret 2019 18:29 WIB
Penulis: Jontra
AGAM - Semakin mengkhawatirkannya bahaya narkotik dan obat -obatan (Narkoba) serta pornografi yang merupakan narkoba lewat mata (Narkolema) di kalangan generasi muda, membuat beberapa elemen masyarakat yang peduli dengan problema nasional seperti Lembaga Swadaya Masyarakat Lidik Krimsus RI (LKRI) Bukittinggi menggelar pertemuan dengan para tenaga pendidik, pelajar, Tokoh Masyarakat dan Aktivis Sosial, Sabtu 9 Maret 2018, di MTSN 1, Bukit Bunian, Bukareh, Tilatang Kamang, Agam.

Dalam kesempatan ini, LKRI mencoba mensosialisasikan kepada masyarakat dengan memprakarsai pertemuan dengan orang tua dan pelajar dan tokoh masyarakat. Para aktivis peduli generasi seperti Intitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Agam Solid, Mitra Yani dan Team Parenting, Yayasan Minang Peduli yang diwakili oleh Nazratul Hasanah juga digandeng ikut andil dalam agenda ini.

Para aktivis peduli generasi ini didaulat untuk memberikan pemahaman terkait efek yang akan terjadi pada generasi pewaris bangsa, bila tidak memahami dan terlanjur terjerumus pada hal negatif tersebut, dengan menghadirkan testimoni dari beberapa orang korban yang pernah terdampak Narkoba.

Pengaruh Narkolema sama buruknya seperti Narkoba semakin mengancam generasi muda. Narkoba lewat mata itu bisa merusak otak, prefrontal cortex, ujar Ketua LSM Lidik Krimsus RI Bukittinggi, Roni Edrianto.

Apa yang disampaikan Roni Edrianto tidak hanya ucapan belaka tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan alat MRI. Hasil pemeriksaan MRI itu telah terjadi kerusakan otak yang disebabkan pornografi. Meskipun tidak mengganggu IQ maupun prestasi seseorang yang menonton dan kecanduan pornografi tapi hal ini bisa berdampak buruk.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh KPPPA tahun lalu, hanya ada 3% dari sekitar 1600 anak tingkat 3 sampai 6 SD, yang tidak terpapar pornografi. Menurutnya, ini hal yang sangat ironis karena usia anak-anak yang terpapar tontonan itu tidak tepat, mereka rentan untuk terdampak, perhatian orang tua harus ekstra terhadap perkembangan teknologi canggih seperti saat ini, terang Roni.

“Bila para pecandu narkotika bisa terlihat dari perilaku dan kondisi fisiknya tapi untuk pecandu pornografi tidak terlihat sama sekali, akan tetapi bisa dilihat dari kebiasaannya yang menjadi suka menyendiri, mojok, menghadapkan layar komputer ke tembok, banyak diam dari yang biasanya periang,” ungkapnya.

Untuk seseorang baru bisa dikatakan kecanduan pornografi jika menonton video porno lebih 20 kali sehari. ” Kalau sudah 20-30 kali anak melihat pornografi berarti anak sudah addict pornografi, bebernya.

Para tokoh yang hadir berharap dan sepakat agar kegiatan ini menjadi rutinitas yang diagendakan dalam dunia pendidikan. Dalam kesempatan itu, Kepala sekolah MTSN 1 Tilatang Kamang, Agam, Fakhri SPd juga mengungkapkan, kegiatan ini hendaknya terjadwal dengan baik dan berkesinambungan, karena sangat bermanfaat bagi madrasah atau sekolah, khususnya peserta didik yang masih dalam taraf perkembangan mentalitas dan pencarian jati diri.

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang yang terdiri dari orang tua dan pelajar ini diharapkan mampu memberikan edukasi pada pelajar yang masih awam terdampak pengaruh buruk Narkoba dan Narkolema, ucapnya.

Ratusan siswa juga terlihat antusias melakukan diskusi tanya jawab dalam kegiatan sosialisasi ini dengan para pemateri kegiatan.(**)


wwwwww